NGINDEN - Di Surabaya terdapat rumah singgah khusus pasien anak-anak yang memiliki penyakit kronis.
Rumah tersebut sebagai tempat tinggal sementara bagi pasien yang berasal dari luar kota yang menjalani pengobatan di rumah sakit yang ada di Surabaya.
Menurut salah satu founder Rumah Singgah, Rumahku, Emayani, sejak tahun 2009 lalu dia dan empat orang temannya membuat rumah singgah bagi anak-anak yang menjalani pengobatan.
Berbagai macam pasien anak dengan penyakit seperti kanker hingga gagal ginjal pernah singgah di tempat tersebut.
"Awalnya tahun 2009 kami di daerah Ngangel selama 10 tahun kemudian pindah di Nginden ini baru lima tahun ini. Ya, kami prihatin karena banyak orang tua yang kesulitan ketika membawa anaknya berobat ke Surabaya. Mereka pasti butuh tempat tinggal akhirnya kami sediakan. Dan gratis semua," tutur Emayani, Rabu (7/8).
Sebanyak lima kamar disediakan di tempat singgah tersebut. Selain itu ada juga kendaraan roda empat yang digunakan untuk mengantarkan pasien berobat dari rumah singgah ke rumah sakit.
Bahkan dia juga memberikan makan gratis sehari tiga kali. Wifi, buku belajar, hingga televisi juga disediakan di rumah singgah tersebut.
Dia mengaku sejak awal berdiri hingga saat ini, sudah memfasilitasi ratusan anak yang bergantian keluar masuk untuk menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit.
Bahkan dia mengaku dari ratusan anak tersebut hanya satu orang yang masih hidup hingga kini.
"Ya namanya juga yang tinggal di rumah singgah ini anak -anak yang mempunyai penyakit kronis atau yang sudah berat penyakitnya. Jadi mayoritas sudah meninggal hanya satu yang masih bertahan hidup sampai saat ini," tuturnya.
Rumah singgah yang terletak di kawasan Nginden Intan Barat, Surabaya juga sudah mendapatkan rekomendasi dari perawat di rumah sakit. "Jadi kami sudah ada rekomendasi untuk bisa menampung pasien yang tidak menular," ungkap Emayani.
Perempuan 51 tahun ini mengaku sejak awal berdiri dia kerap door to door dari satu rumah sakit ke rumah sakit untuk menawarkan rumah singgah secara gratis kepada pasien anak-anak yang butuh tempat beserta dengan orang tua yang mayoritas berasal dari luar Surabaya.
"Saya dulu door to door dari rumah sakit ke rumah sakit. Kami secara sukarela dan memberikan tempat tinggal sementara bagi mereka yang jauh-jauh dari luar kota untuk berobat kasihan kalau tidak kita tolong," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari