RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk menuntaskan pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) di Surabaya.
Terbaru, rencananya jalur lintasan JLLT akan digeser ke sisi luar.
Tepatnya, pembangunan jalur proyek ini akan dilakukan di atas laut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, pembangunan jalur JLLT ini rencananya akan dipindah titiknya.
Sebelumnya, jalur untuk proyek JLLT ini akan dibangun dengan melintasi area kota.
Namun, akhirnya Pemkot Surabaya mengusulkan untuk mengubahnya.
"Jadi pindah tempat, tidak melewati jalan tapi melewati laut. Jadi kita pisahkan, kita geser jadi gak di atasnya jalan," kata Eri, Jumat (2/8).
Terkait anggarannya, dia mengaku ada kemungkinan akan dikaver oleh pemerintah pusat.
Pemkot Surabaya berkewajiban menyediakan lahan untuk proyeknya.
Proyek ini rencananya akan terkoneksi juga dengan Surabaya Eastern Ring Road (SERR).
"Itu nanti lahannya dari kita, insyaallah yang mbangunnya dari pusat. Nanti kita cocokkan," ujarnya.
Proyek JLLT ini rencananya akan memiliki panjang sekira 16,8 kilometer.
Jalan ini direncanakan akan membentang mulai dari Kecamatan Kenjeran, Bulak, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, hingga Gunung Anyar.
Saat ini, proyek JLLT itu baru terealisasi di Kedung Cowek.
Targetnya, proyek ini dapat rampung di tahun 2026 mendatang.
Proyek ini sengaja dibangun untuk mengatasi masalah kemacetan di Kota Pahlawan.
Selain JLLT, ada juga proyek JLLB yang terletak di kawasan Surabaya Barat.
Sayangnya, untuk sementara proyek JLLB ini sekarang tengah berhenti pengerjaannya.
Berhentinya proyek ini lantaran belum adanya anggaran untuk melakukan pembebasan lahan di sana.
Total lahan yang dibutuhkan dalam proyek JLLB ini adalah 856.127 meter persegi.
Pertahun 2023 lalu, pemerintah akhirnya menghentikan pengerjaan proyek ini lantaran masih ada lahan yang belum dibebaskan.
Total luasan yang belum dibebaskan itu 168.254 meter persegi. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa