RADAR SURABAYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya bakal kembali menggelar Lomba Kampung Surabaya Hebat (LKSH) 2024.
Event ini merupakan gelaran tahunan yang diadakan pemerintah kota.
Tujuannya, untuk menciptakan kampung yang bersih dan warganya guyub rukun.
Kepala DLH Kota Surabaya Dedik Irianto mengungkapkan, gelaran ini bakal mencakup lima poin penting.
Poin itu yang pertama adalah lingkungan. Dalam hal ini, pemkot ingin meningkatkan kualitas SDM warga untuk mengelola sampah rumah tangganya secara mandiri.
"Hingga nanti bisa mengurangi produksi sampah rumah tangga. Kemudian kami ingin meningkatkan kepedulian warga terhadap fenomena perubahan iklim. Sehingga, mereka bisa menjadikan lingkungannya itu bersih, nyaman, sehat, dan layak huni," kata Dedik kepada Radar Surabaya, Senin (29/7).
Kemudian, poin berikutnya adalah terkait kesehatan. Dalam hal ini, Dedik menjelaskan, LKSH ini juga berkaitan dengan bagaimana warga kampung bisa meningkatkan kualitas kesehatan mereka dengan bergotong royong.
Artinya, pemerintah ingin membangun iklim kesadaran agar warga kampung satu sama lain guyub rukun dan tidak meninggalkan satu sama lain.
"Jadi gotong royong dalam menjaga kesehatan jasmani, rohani, dan lingkungan yang terintegrasi dengan layanan online kesehatan," ucapnya.
Poin berikutnya, dia melanjutkan, adalah terkait ekonomi.
Pemerintah menurut dia ingin warganya dapat meningkat pendapatannya.
Oleh karena itu, salah satu ruang lingkup penilaian dalam LKSH ini, bagaimana warganya bisa menciptakan lapangan kerja mandiri dengan merealisasikan inovasi dan kreatifitas UMKM.
"Termasuk menciptakan ikon kampungnya sehingga bisa menjadi tujuan wisata. Dengan begitu bisa tercipta kemandirian finansial," tuturnya.
Kemudian yang keempat adalah terkait SDM unggul. Baik itu secara intelektual, spiritual, dan emosional yang bisa berdampak pada terciptanya banyak program padat karya untuk warga miskin.
Dengan begitu, nantinya akan muncul kepedulian antar warga yang itu akan berkaitan dengan program kampung madani.
"Lalu ruang lingkup LKSH yang terakhir adalah teknologi. Dalam hal ini, bagaimana warga bisa memanfaatkan teknologi di era digital melalui aplikasi yang sudah dibangun pemerintah untuk warganya. Tujuannya ialah untuk konsep hidup cerdas," ujarnya.
Lebih jauh, dia mengungkapkan kalau LKSH 2024 ini akan diikuti 153 kelurahan yang ada di Surabaya.
Dalam teknisnya, seluruh RW dalam 153 kelurahan itu diwajibkan ikut.
Kriteria penilaiannya nantinya akan mencakup delapan poin, mulai dari pengelolaan sampah hingga keberlanjutan program.
"Untuk pengelolaan sampah itu bobot penilaiannya 25 persen. Lalu pengelolaan lingkungan 15 persen. Lalu kesehatan lingkungan, pekarangan pangan lestari, potensi kampung wisata, pertumbuhan ekonomi kerakyatan, partisipasi warga, dan keberlanjutan masing-masing memiliki bobot 10 persen," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nofilawati Anisa