RADAR SURABAYA - Meninggalnya mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) M Ihza Nanda Idaman, 21, akibat terseret ombak pantai Payangan Desa Sumberejo, Watu Ulo, Jember, membuat keluarga besar korban di Jalan Panduk IV, Panjang Jiwo, Tenggilis Mejoyo, Surabaya, berduka.
Pihak keluarga melalui kakak korban Nofita Rizky berharap pihak terkait dan masyarakat sekitar Pantai Payangan untuk memberikan tanda peringatan di sekitar pantai. Sebab, kejadian orang terseret ombak pantai dan meninggal dunia bukan kejadian pertama kali.
"Saya harap warga di situ lebih care (peduli) mengingatkan kalau ada pengunjung. Bahwa disitu area bahaya atau terlarang untuk main air," ujarnya, Jumat (26/7).
Dia menambahkan, hal itu supaya kejadian terseret ombak seperti adiknya tidak terulang kembali. Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat setempat dan jajaran terkait menjadikan kejadian tersebut untuk evaluasi dan memberikan papan peringatan.
Ihza Nanda merupakan mahasiswa KKN UINSA yang menjadi korban tewas karena terseret ombak saat bermain di pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Rabu (24/7) sore.
Sementara tiga orang temannya, selamat karena berpegangan pada batu karang. Kakak kandung korban Nofita Rizky, 23, mengatakan pertama kali mendapatkan kabar adiknya terseret ombak dari salah satu teman KKN korban Rabu sekitar pukul 17.00.
Korban saat itu bersama temannya sedang mengadakan acara berlibur dalam rangka perpisahan KKN. Sebanyak 4 orang diantaranya ke tepi pantai. Apesnya saat itu, korban terseret ombak pantai.
Tiga orang teman korban juga terseret ombak. Namun mereka selamat karena berpegangan pada batu karang. Korban yang tidak bisa berenang hilang terseret ombak.
Kemudian baru ditemukan satu jam kemudian di bibir pantai oleh warga sekitar tepatnya 500 meter dari lokasi awal. "KKN 40 hari, sudah mau selesai. Tanggal 25 Juli 2024 terakhir atau pulang," ucapnya.
Namun, takdir berkata lain. Mahasiswa jurusan manajemen itu meninggal dunia. Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi petugas ke rumah sakit terdekat. Kemudian dibawa ke Surabaya dan tiba di rumah duka Kamis sekitar pukul 07.00. Lalu dimakamkan pukul 10.00 di pemakaman umum Panjangjiwo. (rus)
Editor : Lambertus Hurek