Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bandit Curanmor Didor, Beraksi di Putro Agung, Surabaya, Sempat Gagal karena Kunci T Patah

Guntur Irianto • Jumat, 26 Juli 2024 | 21:57 WIB
Tersangka curanmor diamankan Polrestabes Surabaya. Ada yang ditembak kakinya karena lawan petugas. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Tersangka curanmor diamankan Polrestabes Surabaya. Ada yang ditembak kakinya karena lawan petugas. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap tiga  pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Salah satunya, FF, 28, warga Jalan Bulak Banteng Baru, Surabaya, yang terpaksa diberi tindakan tegas terukur di kedua kakinya karena  mencoba kabur saat diamankan.

Tersangka tidak sendirian, ia mengaku bersama temannya AA, warga Desa Sambiroto, Taman, Sidoarjo. Komplotan ini pernah gagal mencuri.

Teman tersangka curanmor berinsiial AA ini sudah ditangkap lebih dulu oleh Polsek Lakasantri atas kasus yang sama. Komplotan ini tercatat dua kali mencuri sepeda motor.

Keduanya dilakukan di parkiran toko di Jalan Putro Agung, Surabaya. "Aksi pertama gagal dan aksi keduanya berhasil mencuri sepeda motor," kata Plt Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Teguh Setiawan, Kamis (25/7).

Uniknya, tersangka mengaku pernah gagal mencuri sepeda motor. Aksi ini dilakukan saat mencuri di toko Jalan Putro Agung, Surabaya. Ketika itu, tersangka bersama AA mengendarai sepeda motor sna mencarut sasaran.

Ketika melihat sepeda motor Honda Beat, tersangka AA turun kemudian merusak kontak motor dengan kunci T. "Saat itu kunci T patah sehingga gagal membawa lari motor korban," jelasnya.

Masih penasaran, keduanya kembali beraksi. Kali ini,  dilakukan malam hari. Mereka mencuri sepeda motor Honda Scoopy di toko Jalan Putro Agung, Surabaya. Aksi kali ini berhasil.

AA bertugas sebagai eksekutor sementara tersangka FF bertugas mengawasi sekitar. "Pencurian kedua ini berhasil. Mereka menjual hasilnya ke Madura," tuturnya.

Tersangka FF yang bekerja sebagai kuli bangunan mengaku motor hasil curanmor ini dijual oleh AA. Ia mendapat bagian Rp 1 juta. Uangnya sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari.

"Saya tidak tahu berapa jual sepeda motornya. Pernah gagal kunci T patah, kami takut ketahuan langsung lari," ujarnya. (gun)

Editor : Lambertus Hurek
#Curanmor Putro Agung #curanmor didor #bandit motor surabaya #curanmor surabaya