RADAR SURABAYA - Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) R. Moerdjoko Hadi Wiyono meminta maaf atas terjadinya permasalahan yang menyebabkan anggota Polsek Kaliwates Polres Jember Aipda Parmanto Indra Jaya mengalami luka-luka.
Selain itu, pihaknya juga menyesalkan kejadian tersebut dan menyerahkan proses hukum ke pihak kepolisian.
"Selaku ketua umum pusat, kami menyampaikan permintaan maaf kepada Pak Kapolda Jatim atas terjadinya permasalahan yang mengakibatkan adanya anggota Polri yang mengalami luka. Semoga beliau segera sembuh dan dapat melaksanakan tugas sebagaimana biasanya," ungkap Moerdjoko di Mapolda Jatim, Kamis (25/7).
Dia menyesalkan peristiwa terjadinya pengeroyokan tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut akan menjadi evaluasi guna menyusun langkah kedepan supaya peristiwa tidak terulang kembali baik di Jawa Timur dan Indonesia.
Pihaknya menyebut anggota PSHT yang banyak tentu memiliki latar belakang kehidupan bermacam-macam. Meski demikian, pihaknya optimistis bisa membina anggota PSHT, khususnya generasi muda, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat, nusa dan bangsa.
Ke depan, lanjut Moerdjoko, akan melakukan sinergitas dengan Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya untuk pembinaan generasi muda, khususnya insan pesilat di Jatim bisa ditingkatkan. Sehingga diharapkan mampu bersama menjaga kamtibmas di Jatim aman dan kondusif.
"Secara organisasi sesuai aturan AD ART dan peraturan dewan pusat terhadap anggota keluarga yang melanggar ketentuan seperti di atur dalam AD/ART dewan pusat akan mendapatkan sanksi secara tegas terukur.
Kami nanti mohon Pak Kapolda untuk mendapatkan data personel-personel kami yang melanggar hukum harus ditindak secara hukum dan secara organisasi ada aturan skorsing sampai dengan dikeluarkan atau dipecat dari keanggotaan," tandasnya. (rus)
Editor : Lambertus Hurek