Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tahbisan Dua Pastor Baru di Gereja Katedral Surabaya, Begini Perjalanan Imamat Mereka

Lambertus Hurek • Kamis, 25 Juli 2024 | 13:54 WIB
RD Leonardus Satrio Priambodo dan dan RD Yohanes Dwi Penta Pasati ditahbiskan di Gereja Katedral HKY Surabaya. (IST)
RD Leonardus Satrio Priambodo dan dan RD Yohanes Dwi Penta Pasati ditahbiskan di Gereja Katedral HKY Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Keuskupan Surabaya mengadakan tahbisan dua pastor atau romo baru di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus (HKY), Jalan Polisi Istimewa, Surabaya, Kamis (25/7) pukul 17.00. Misa konselebrasi penerimaan Sakramen Imamat akan dipimpin oleh Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko.

Seperti diketahui, sampai saat ini Keuskupan Surabaya mengalami Sede Vacante atau takhta lowong setelah Uskup Monsinyur Vincentius Sutikno Wisaksono meninggal dunia pada 10 Agustus 2023. Paus Fransiskus di Vatikan belum menunjuk uskup baru untuk Keuskupan Surabaya.

Ketua Pelaksana Karolis Dani Vemnery menjelaskan, misa tahbisan bakal dihadiri sekitar 100 pastor yang berkarya di Keuskupan Surabaya. Juga sekitar seribu hingga 2.000 umat Katolik. Sebab, perayaan tahbisan imam merupakan momen yang agak langka.

"Nanti ratusan romo itu akan memberikan berkat dan penumpangan tangan kepada dua romo yang baru ditahbiskan," kata Karolus.

Dua diakon yang ditahbiskan itu Yohanes Dwi Penta Pasati dan Leonardus Satrio Priambodo. Kedua imam baru itu memiliki perjalanan hidup yang menarik hingga memutuskan untuk menjadi gembala umat Katolik.

RD Yohanes Dwi Penta Pasati lahir di Surabaya pada 7 Juni 1987. Sejak kecil aktif sebagai putra altar di gereja, sekolah minggu dan sebagainya. Kemudian masuk seminari di Makassar.

Namun, Dwi Penta keluar dan masuk SMK Petra Surabaya. Lalu bekerja sebagai awam selama sembilan tahun. Dwi kemudian terpanggil lagi jadi calon pastor. Mulailah dia digembleng di Sasana Krida, Trawas, pada 2016. Delapan tahun kemudian dia ditahbiskan sebagai romo.

RD Leonardus Satrio Priambodo, lahir di Blora 13 Juli 1997. Sejak kecil dia diajak keluarganya untuk ziarah ke Puhsarang, Kediri. "Saya biasa nyekar makam romo-romo di Puhsarang," tuturnya.

Rupanya pengalaman ziarah saat masa kecil itu menjadi inspirasi bagi Satrio untuk mengikuti jejak para romo yang diziarahi. "Jalan untuk mencapai imamat sangat mahal. Bahkan, ada fase di mana saya ingin mundur dari jalan imamat," kata Satrio. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#Gereja Katedral Hari Kudus Yesus #Tahbisan imam baru #Tahbisan pastor baru di Surabaya #Uskup Surabaya