RADAR SURABAYA - Proses pemulangan jemaah haji ke Tanah Air telah berakhir Senin (22/7).
Kloter 106 dari Debarkasi Surabaya menjadi penanda akhir dari rangkaian ibadah haji di Indonesia.
Meski demikian masih ada jemaah haji yang sampai dengan kepulangan kloter terakhir masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia, Subhan Cholid mengatakan sampai dengan kloter terakhir jemaah haji secara nasional yang masih tertinggal di Arab Saudi mencapai 60 orang.
Mereka dirawat di rumah sakit yang tersebar di Arab Saudi, karena sakit.
"Sampai dengan kloter terakhir yang masih tertinggal dan belum dipulangkan karena sakit ada sekitar 60 jemaah dari berbagai Debarkasi di Indonesia. Mereka sakit dengan berbagai macam dan dirawat di berbagai rumah sakit di Arab Saudi," kata Subhan, Selasa (23/7).
Jemaah haji yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi menjadi tanggung jawab pemerintah hingga sembuh.
Ketika nantinya dinyatakan sembuh dan laik terbang maka pihaknya langsung memulangkan jemaah hingga ke daerah asal.
"Selama dirawat ini menjadi tanggung jawab kami. Kami akan pulangkan sampai ke rumahnya jika nantinya sembuh dan laik terbang," terangnya.
Subhan juga mengaku angka kematian jemaah haji selama berada di Tanah Suci tahun ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu.
"Tahun lalu yang meninggal 773 sedangkan sekarang (tahun 2024 , Red) hanya 459 orang. Lebih sedikit tentunya. Tapi ini bukan angka statistik karena soal kematian kita gak bisa intervensi langsung karena berkaitan dengan takdir," jelasnya.
Meski demikian selama proses menjelang keberangkatan jemaah haji ke tanah suci, Kementerian Agama di seluruh Indonesia memperketat istithaah kesehatan jemaah sebelum proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH).
"Nah, tahun ini kita telah melakukan mitigasi menekan angka kematian dengan memperketat istithaah kesehatan sehingga memitigasi dan asesmen jemaah di awal agar jemaah yang berangkat lebih fit dan prima," tutur Subhan.
Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, menjadi sejarah baru.
Pasalnya jemaah yang berangkat haji di tahun ini mencapai 241.000 jemaah haji, angka ini belum pernah terjadi sebelumnya.
"Ini menjadi tantangan luar biasa bagi kami dengan jumlah jemaah yang banyak. Mulai dari proses penerbangan, imigrasi, konsumsi, proses di Arofah, Musdalifah dan Mina alhamdulillah bisa kita lewati dengan baik," imbuhnya.
Sementara itu Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Abdul Haris menyebut untuk jemaah haji dari Debarkasi Surabaya ada 10 orang yang sampai saat ini masih dirawat Arab Saudi.
Mereka yang dirawat berasal dari Jawa Timur, NTT dan Bali.
"Kita akan pantau kesehatannya terus dan koordinasi dengan petugas di sana. Yang jelas kita akan antarkan pulang jika sembuh dan laik terbang dan itu menjadi tanggung jawab kami," tutur Haris. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa