RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah ngebut merealisasikan program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ada di Kota Pahlawan.
Tahun ini, pemerintah kota memiliki target untuk merealisasikan program ini sebanyak 1.500 unit rumah.
Program ini sebelumnya pernah sukses bahkan melebihi target pada tahun 2023 kemarin.
Pada saat itu, Pemkot Surabaya memiliki target sebanyak 2.700 unit.
Namun, Pemkot Surabaya berhasil merealisasikan programnya melebihi angka 3.000 unit.
Prioritasnya pada mereka yang tergolong warga miskin (gamis) Kota Surabaya.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Deisy Puspitarini mengungkapkan kalau target realisasi itu bakal tuntas pada akhir bulan Agustus mendatang.
"Sampai bulan Juni kemarin, progres realisasinya sudah mencapai angka 1.100 unit," kata Deisy pada Radar Surabaya, Selasa (23/7).
Deisy melanjutkan, saat ini pihaknya terus mengebut pengerjaan rutilahu itu.
Prioritas program ini memang ditujukan bagi warga miskin (gamis) yang ada di Kota Pahlawan.
Dalam pengerjaan satu rumah, dinas menarget tuntas masa pengerjaannya selama 20 hari.
"Kalau di persentasekan itu capaiannya sekira 72 persen. Nilai anggaran yang disediakan tahun ini untuk 1500 unit ini sebanyak Rp 52,5 miliar. Masing-masing rumah kami anggarkan Ro 35 juta," ucapnya.
Secara persebaran, dia mengaku hampir seluruh area Surabaya ada rumah gamis yang mendapatkan program ini di tiap kecamatan atau kelurahannya.
Hanya saja, dia mengaku, untuk wilayah paling banyak yang dikerjakan pada tahun ini ada di area Surabaya Timur.
"Iya kalau bicara sebaran hampir merata di semua wilayah. Cuma yang lebih banyak memang di Surabaya Timur. Totalnya itu kurang lebih ada 390 unit untuk area itu," ujarnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa