Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Musim Haji 2024 Berakhir, Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Berkurang 100 Orang, Berikut Rinciannya

Rahmat Sudrajat • Selasa, 23 Juli 2024 | 01:22 WIB

 

TERAKHIR: Jemaah haji yang tergabung dalam kloter 106 (terakhir) Debarkasi Surabaya asal Pamekasan, Surabaya dan Gresik, tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (22/7). (ANDY S/RADAR SURABAYA)
TERAKHIR: Jemaah haji yang tergabung dalam kloter 106 (terakhir) Debarkasi Surabaya asal Pamekasan, Surabaya dan Gresik, tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (22/7). (ANDY S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Seluruh jemaah haji asal Debarkasi Surabaya saat ini sudah tiba di Tanah Air.

Kloter pamungkas 106 yang berasal dari Pamekasan, Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik telah tiba Senin (21/7) sore pukul 17.05 WIB disambut langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur beserta jajarannya dan juga stekholder terkait.

Perasaan haru dan bahagia terpancar dari 333 seluruh jemaah haji yang tiba di kloter terakhir ini.

Begitu tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, mereka langsung diarahkan ke Gedung Muzdalifah.

Meski demikian PPIH Debarkasi Surabaya hingga kloter terakhir ini menerima 39.164 orang dari kloter 1-106.

Jumlah tersebut berkurang dengan jumlah keberangkatan yang mencapai 39.264 orang.

Menurut Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Abdul Haris jumlah jemaah yang tiba di Tanah Air berkurang 100 orang jika dibandingkan saat keberangkatan.

Hal itu dikarenakan ada yang meninggal dunia, pulang mandiri dan juga masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi.

"Alhamdulillah saat ini segera keseluruhan jemaah haji asal Debarkasi Surabaya sudah tiba 100 persen di Tanah Air. Dan ini kloter terakhir, kloter pamungkas dari seluruh rangkaian ibadah haji. Dan secara keseluruhan berkurang 100 orang," kata Abdul Haris, Senin (22/7).

Lebih lanjut Haris menjelaskan jumlah jemaah berkurang dikarenakan sebanyak 82 jemaah haji meninggal dunia di Tanah Suci, tiga jemaah haji meninggal sebelum keberangkatan atau embarkasi dan rnam orang meninggal dunia saat kedatangan.

Selain itu yang masih di rawat di rumah sakit di Arab Saudi saat ini sebanyak 10 orang jemaah haji. Sedangkan sembilan orang pulang mandiri.

"Jadi total yang meninggal dunia di tanah suci ada 82 orang, yang di asrama haji ada sembilan orang dan masih di rawat karena sakit di Arab Saudi ada 10 orang," terangnya.

Haris juga menyebut seluruh penyelenggaraan haji berjalan dengan lancar mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.

Tak hanya itu dalam penerbangan juga mengalami kelancaran, bahkan mayoritas ontime.

"Alhamdulillah semua lancar semua dan mudah-mudahan kedepan lebih baik lagi," ujarnya.

Meski demikian pihaknya melakukan evaluasi kekurangan penyelenggaraan ibadah haji agar lebih baik lagi.

Dia juga berharap tahun depan kouta jemaah haji untuk Jawa Timur juga bertambah, meski pihaknya belum mendapatkan informasi terkait kouta tambahan.

Karena menurut harus kouta tambahan ini memberikan kesempatan semakin banyak untuk jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci.

"Kuota Jatim awalnya 35.152, tetapi kita belum menerima kuota untuk tahun depan. Harapanya ada penambahan karena pada hakekatnya penambahan mengurangi masa tunggu jemaah haji yang masa tunggunya mencapai 34 tahun," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#tanah suci #Abdul Haris #ppih #kloter terakhir calon jemaah haji #tanah air #Jemaah Sakit #arab saudi #Asrama Haji #musim haji 2024 #haji meninggal