Diduga Alami Gagal Jantung, Jemaah Haji Kloter 105 Alami Kejang-Kejang dan Wafat saat Mendarat di Bandara Juanda
Rahmat Sudrajat• Senin, 22 Juli 2024 | 14:14 WIB
PERAWATAN INTENSIF: Jemaah haji asal Pamekasan atas nama Samna Abdul Karim saat dilarikan ke RS Mitra Keluarga untuk mendapatkan perawatan. Sayang, jemaah haji tersebut meninggal dunia.
RADAR SURABAYA - Satu lagi jemaah haji asal Debarkasi Surabaya yang meninggal saat kepulangan di tanah air.
Jemaah haji tersebut atas nama Samna Abdul Karim, 86, yang diduga mengalami gagal jantung saat mendarat di Bandar Udara Internasional Juanda, Minggu (21/7) malam.
Sekertaris PPIH Debarkasi Surabaya, Abdul Haris mengungkapkan jemaah haji yang meninggal dunia tersebut berasal dari Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam kloter 105.
Ketika turun dari pesawat terbang yang ditumpanginya dari Madinah menuju Bandara Juanda, kondisi jemaah haji ini langsung drop.
Petugas kesehatan dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya langsung membawa ke RS Mitra Keluarga Waru yang berdekatan dengan Bandar Udara Juanda.
"Jadi pas turun dari pesawat almarhum menuju bus untuk menuju ke Asrama Haji, namun belum sampai bus berjalan, kondisinya mengalami kejang-kejang dan langsung dibawa oleh petugas kesehatan dari BBKK ke RS Mitra Keluarga Waru," kata Haris, Minggu (21/7).
Di kloter 105 ini Haris menyebut ada tiga orang yang meninggal dunia. Dua meninggal dunia di tanah suci dan satu meninggal dunia saat tiba di tanah air.
Sedangkan total keseluruhan jemaah haji asal Debarkasi Surabaya yang meninggal dunia di tanah suci mencapai 89 orang sampai dengan saat ini.
Secara nasional ada 461 orang yang terdiri dari jemaah haji reguler sebanyak 441 orang dan jemaah haji khusus sebanyak 20 orang.
"Dari Debarkasi Surabaya yang meninggal ada 89 jemaah atau 19 persen dari jumlah nasional. Jumlah tersebut tentu berbeda dengan tahun 2023 yang meninggal mencapai 169 orang atau sekitar 50 persen yang meninggal dunia," ungkap Haris.
Sedangkan yang meninggal dunia waktu keberangkatan ke tanah suci Haris menyebut ada tiga orang. Saat kepulangan atau debarkasi sebanyak enam orang.
"Jadi total menjelang berakhirnya kloter yang meninggal dunia dari Debarkasi Surabaya mencapai 98. Mudah-mudahan ini yang terakhir menjelang akhir kedatangan kloter 106," harapnya.
Haris juga menyebut sampai saat ini masih ada 11 jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi. Mereka akan dipulangkan ke tanah air jika kondisinya pulih dan laik terbang.
Sementara itu Perwira Jaga Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya dr. Rofiud Darojat menjelaskan jemaah haji asal Pamekasan yang meninggal dunia itu mengalami kejang-kejang dan pingsan saat berada di atas bus dan akhirnya dibawa ke RS Mitra Keluarga Waru untuk mendapatkan perawatan.
"Ya ketika itu sudah naik bus dan sempat pingsan akhirnya dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia," tutur dr. Rofiud.
Jika dilihat dari kronologi dia menyebut jemaah tersebut mengalami gagal jantung.
"Cuma saya belum bisa memastikan karena detail kronologisnya termasuk riwayat penyakitnya juga masih disusun dan kami menunggu dari dokter yang memeriksa di rumah sakit," ungkapnya.
Sampai dengan Senin (22/7) dini hari jenazah atas nama Samna Abdul Karim tengah dilakukan pemulasaraan sebelum nantinya dipulangkan ke Pamekasan.
"Sampai saat ini masih proses pemulasaraan jenazah. Setelah itu baru dipulangkan ke daerahnya di Pamekasan," terangnya.
PPIH Debarkasi Surabaya hingga Minggu (21/7) malam sudah menerima 105 kloter dengan total 38.831 jemaah atau 99 persen telah tiba dari tanah suci. Masih kurang satu kloter lagi yang akan tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.
Rencana kloter 106 yang merupakan kloter pamungkas kedatangan jemaah haji ke tanah air akan landing di Bandar Udara Internasional Juanda Senin (22/7) pukul 15.30 WIB. (rmt/jay)