RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menyediakan layanan RW 1 Nakes 1 (R1N1).
Program itu merupakan bentuk komitmen pemkot dalam mewujudkan penerapan integrasi layanan primer (ILP) kesehatan di Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, layanan bertujuan untuk mendekatkan pelayanan medis pada warga Kota Surabaya.
Dia ingin ketika warga akan memeriksa kesehatan, tidak sampai antre di Puskesmas.
“Sehingga sebelum sakit (parah) itu ada pemeriksaan rutin di Balai RW. Nah, kalau seumpama lagi greges (meriang) sedikit gitu, warga harus sadar segera periksa ke nakes, kemudian nanti nakes menyampaikan ke dokternya, diberi obat, kemudian obatnya dikirim ke Balai RW,” kata Wali Kota Eri usai meresmikan layanan R1N1 di Balai RW 5, Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Rabu (17/7).
Eri mengungkapkan, melalui program ini nantinya warga yang sakit bisa segera mendapatkan penanganan langsung di Balai RW.
Dalam program ini, pemkot menurut dia menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Surabaya dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Surabaya.
“Ini tidak bisa kita lakukan sendiri, tanpa ada IBI dan PPNI. Sehingga mereka juga menugaskan orang-orang ini (nakes),” ucapnya.
Nantinya, dinkes menurut dia juga akan menyediakan sejumlah peralatan medis di masing-masing RW.
Sebutlah seperti tempat tidur pemeriksaan, alat pemeriksaan gula darah, dan sebagainya.
“Jadi orang itu bisa periksa gula darah, kolesterol, sehingga ini itu mendahului, mencegah. Setiap ada nakes di sini, maka nanti di 2025 ada dokter penanggung jawabnya, dengan begitu penanganan kesehatannya akan lebih cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina menambahkan, dalam program ini, pemkot menyediakan sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan dasar.
Selain itu, ada juga konsultasi kesehatan dan skrining.
“Untuk jadwalnya nanti menyesuaikan masing-masing Balai RW. Kami agendakan Senin sampai Jumat, nah ini kami adakan di 1177 Balai RW se-Surabaya,” ujarnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa