SURABAYA – Suasana penutupan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) MI Muhammadiyah 28 Lakarsantri Surabaya berlangsung penuh keceriaan. Selama tiga hari (15-17 Juli), seluruh siswa baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah.
Tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, Matsama juga dipergunakan sebagai momen perkenalan guru-guru pengajar.
Kepala MI Muhammadiyah 28, Ustad Rohim S.H.I., M.Pd mengatakan Matsama yang dilakukan selama tiga hari ini diisi dengan berbagai kegiatan positif yang tujuannya agar siswa baru dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“Pada hari pertama Matsama, kami menyiapkan acara pembukaan sebagai penanda jika mereka sangat disambut di sini. Setelahnya ada kegiatan orientasi terkait garis besar Matsama yang diikuti oleh kelas 1 hingga kelas 6. Untuk materi kelas 1, tentu lebih banyak ke pengenalan lingkungan sekolah dan semua guru pengajar di MI Muhammadiyah 28 Surabaya,” jelasnya, Rabu (17/7).
Di hari kedua pelaksanaan Matsama, lanjut Ustad Rohim, materi disampaikan oleh Waka Kesiswaan MI Muhammadiyah 28 Surabaya, Ustad Aldo terkait ekstrakurikuler.
“Di sini semua siswa wajib memilih satu ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Kami sebagai pihak sekolah berkewajiban untuk mewadahi kemampuan mereka,” tambah Ustad Rohim.
Tak hanya diajak mengenal lingkungan sekolah, di hari ketiga pada penutupan Matsama, para siswa baru melakukan deklarasi anti perundungan (bullying).
Hal ini menjadi langkah awal sekolah untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak negatif akibat bullying, baik secara verbal maupun fisik.
“Kami menekankan pentingnya sikap saling menghormati agar nantinya selama berkegiatan di sekolah dapat tercipta lingkungan yang aman dan nyaman. Harapannya dengan deklarasi ini, di MI Muhammadiyah 28 Surabaya dapat menjadi zona area dengan zero bullying,” harap Ustad Rohim. (rul/jay)
Editor : Jay Wijayanto