Sri Mulyani, koreografer dan penari senior, menerima Radar Surabaya Awards 2024 sebagai tokoh inspiratif yang membuka kelas tari gratis untuk anak berkebutuhan khusus (disabilitas).
Lambertus Hurek - Radar Surabaya
SEBANYAK 13 anak disabilitas tampil memukau di ajang Radar Surabaya Awards, Jumat (12/7) malam, di Vasa Hotel Surabaya. Ryanda, Khansa, Abhi, Wahyu, Dyah, Tamam, Tisa, Sherin, Sekar, Nuzulliz, Rizky, Agung, dan Ayu tampil serasi dengan musik dan lagu Catatanku dari Melly Goeslaw.
"Mereka itu anak-anak istimewa kebanggaan saya. Anak-anak istimewa yang tampil memukau dan membuat semua terharu," kata Sri Mulyani, pemilik Pusat Olah Seni Budaya Mulyo Joyo Enterprise, Surabaya, kemarin.
Sri mengaku tidak sulit mengarahkan anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk membawakan tari itu. Persiapannya tidak lama. Sebab, belasan anak itu sudah rutin berlatih di kawasan Tambak Medokan Ayu, Surabaya.
"Saya cuma memberi sedikit arahan saja. Anak-anak bisa melakukan improvisasi sendiri sesuai irama musik," katanya.
Sri Mulyani membuka kelas tari anak disabilitas sejak 2020. Justru di saat pandemi Covid-19 sedang gawat-gawatnya. Sri mengajari anak disabilitas seni tari, olah gerak, yoga, hingga tata rias dasar.
"Latihan tari itu membuat anak-anak disabilitas lebih percaya diri dan mengalami perkembangan fisik dan mental yang lebih baik. Gerakan tari yang saya ajarkan juga bermanfaat sebagai terapi untuk tubuh mereka," kata Sri yang juga dosen STKW Surabaya itu.
Sri Mulyani mulai membuka kelas tari di Sidoarjo sejak 1998. Kembali ke kampung halamannya di Rungkut, Surabaya, Sri mendirikan Pusat Olah Seni Budaya Mulyo Enterprise. Perlahan tapi pasti, sanggar tari ini terus berkembang.
Murid-murid Sri sering tampil di berbagai event penting di Surabaya. Di antaranya, menghibur wisatawan mancanegara di Balai Kota hingga memeriahkan hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 pada 31 Mei 2024 lalu.
Nah, selama 20-an tahun menjadi guru tari, Sri punya keinginan untuk melatih anak disabilitas tanpa dipungut biaya alias gratis. Suatu ketika Sri didatangi teman lama yang punya anak disabilitas dan ingin belajar menari.
"Alhamdulillah, itu memang sudah lama saya inginkan. Menangani anak-anak istimewa. Kalau mengajari tari anak-anak normal sih biasa," tuturnya.
Maka, sejak tahun 2020 itu Sri Mulyani mulai membuka kelas khusus disabilitas hanya dengan satu murid. Kemudian gethuk tular sesama orang tua ABK sehingga makin banyak anak disabilitas yang berlatih. "Saat ini ada 18 anak istimewa yang saya bina," katanya. (rek)
Editor : Jay Wijayanto