Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cuaca Dingin di Surabaya Sepekan Terakhir: Penyebab, Dampak dan Tips Mengantisipasinya

Jay Wijayanto • Rabu, 17 Juli 2024 | 14:10 WIB
BEDIDING: Kondisi langit Surabaya di pagi hari yang berkabut.
BEDIDING: Kondisi langit Surabaya di pagi hari yang berkabut.

RADAR SURABAYA - Surabaya yang terkenal dengan udara panasnya yang menyengat, akhir-akhir ini dilanda fenomena cuaca yang tidak biasa.

Suhu udara di beberapa wilayah turun drastis, jauh di bawah rata-rata normal.

Hal ini membuat banyak warga Surabaya merasa heran dan bertanya-tanya apa yang menyebabkan perubahan cuaca drastis ini.

Cuaca dingin di Surabaya ini tidak hanya dirasakan di satu wilayah, tapi di beberapa wilayah, seperti:

Pusat Kota:

Suhu di pusat kota Surabaya bisa mencapai 23°C pada pagi hari dan 28°C pada siang hari.

Wilayah Selatan:

Di wilayah selatan Surabaya, seperti Gunung Anyar, Rungkut dan Waru, suhu bisa lebih dingin mencapai 21°C pada pagi hari dan 26°C pada siang hari.

Wilayah Pesisir:

Di wilayah pesisir Surabaya seperti Kenjeran dan Romokalisari, suhu juga terasa lebih dingin dengan rata-rata 22°C pada pagi hari dan 27°C pada siang hari.

Keresahan dan Pertanyaan Warga

Fenomena cuaca dingin di Surabaya ini tak pelak menimbulkan keresahan di kalangan warga.

Banyak yang bertanya-tanya apa yang menyebabkan perubahan cuaca yang drastis ini. Apakah ini merupakan tanda-tanda perubahan iklim global? Apakah ada faktor lain yang mempengaruhi?

Berbagai Faktor Penyebab

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab cuaca dingin di Surabaya:

Musim Pancaroba: Saat ini, Surabaya sedang memasuki musim pancaroba, di mana terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Musim pancaroba biasanya ditandai dengan cuaca yang tidak menentu, termasuk suhu udara yang lebih dingin.

Angin Muson Australia: Angin Muson Australia yang bertiup dari arah selatan membawa massa udara dingin ke wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya.

Fenomena Aphelion: Pada tanggal 5 Juli 2024, Bumi mencapai titik terjauhnya dari Matahari, yang dikenal sebagai aphelion. Fenomena ini menyebabkan intensitas sinar matahari yang diterima Bumi berkurang, sehingga suhu udara terasa lebih dingin.

Perubahan Iklim Global: Perubahan iklim global juga dapat menyebabkan pola cuaca yang tidak biasa, termasuk suhu udara yang lebih dingin di beberapa wilayah.

Dampak Cuaca Dingin

Cuaca dingin di Surabaya dapat membawa dampak positif dan negatif.

Dampak Positif:

Dampak Negatif:

Tips Menghadapi Cuaca Dingin

Berikut beberapa tips untuk menghadapi cuaca dingin di Surabaya:

Cuaca dingin di Surabaya atau yang dikenal sebagai musim bediding ini akhir-akhir ini disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti musim pancaroba, angin Muson Australia, fenomena aphelion, dan perubahan iklim global.

Cuaca dingin dapat membawa dampak positif dan negatif, dan penting untuk mengetahui tips-tips untuk menghadapinya. (naf/mag/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#surabaya #Suhu Udara Dingin #BMKG #bediding