SURABAYA - Sebanyak 67 tokoh dan lembaga menerima Radar Surabaya Awards 2024 yang digelar meriah di Vasa Hotel Surabaya, Jumat (12/7) malam.
Acara ini merupakan wujud apresiasi Radar Surabaya kepada para mitra dan stakeholder yang telah berperan dalam pembangunan di daerahnya masing masing.
67 tokoh dan lembaga yang mendapatkan penghargaan tersebut terbagi dalam 10 kategori. Yakni Forkopimda Jawa Timur, Forkopimda Surabaya, Forkopimda Sidoarjo, dan Forkopimda Gresik.
Kemudian ada juga kategori tokoh inspiratif, corporate, pendidikan, kesehatan, instansi pelayanan publik, serta tokoh penggerak sosial dan lingkungan.
Direktur PT Radar Media Surabaya Lilik Widyantoro menjelaskan, Radar Surabaya Awards 2024 merupakan rangkaian hari jadi platform online Grup Radar Surabaya. Yakni HUT radarsurabaya.id ke-7, radarsidoarjo.id ke-4, dan radargresik.id ke-4.
“Dalam rangka HUT platform online Grup Radar Surabaya ini, kita memberikan apresiasi (penghargaan) terhadap stakeholder yang selama ini memberi kepercayaan kepada Radar Surabaya di tengah banyaknya persaingan media. Media kita baik cetak maupun online bisa berkembang hingga saat ini tidak lepas dari kepercayaan para stakeholder,” katanya, Jumat (12/7).
Lilik berharap melalui acara ini sinergi antara media dan mitra maupun stakeholder bisa terus berlangsung untuk kemajuan Jawa Timur.
Menurut dia, Radar Surabaya Award 2024 ini bukan sekadar acara penghargaan, tapi juga menjadi ajang untuk menginspirasi dan memberikan pengakuan kepada individu, merek, dan lembaga yang menjadi pionir dalam kemajuan Jawa Timur.
“Proses penilaian dilakukan oleh tim Radar Surabaya melalui proses panjang. Mulai dari analisis, polling maupun survei,” katanya.
Dengan mengusung tagline “Maju Bersama dalam Setiap Perubahan,” Lilik berharap platform media cetak (koran) dan online Radar Surabaya dapat saling bersinergi.
Tidak hanya dalam hal berita-berita yang dapat dipertanggungjawabkan, tetapi juga secara bisnis bisa saling mendukung.
“Yang sudah pasti, berita-berita online yang kami miliki jauh dari hoaks karena diproduksi oleh tim yang sudah terbiasa menulis berita di koran dengan proses editing berlapis-lapis,” katanya.
Lilik menyebut berbagai rintangan berhasil dilalui Grup Radar Surabaya dalam pertumbuhannya hingga saat ini.
Termasuk masa pandemi Covid 19 yang merusak sendi-sendi perekonomian global dapat dilewati Radar Surabaya dengan baik.
“Sekarang, koran menghadapi tantangan baru dengan hadirnya media digital. Menyikapi hal ini, kami juga berusaha mengikutinya. Karena tidak mungkin kami menolaknya,” kata Lilik. (mus/rek)
Editor : Jay Wijayanto