Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Drama Berakhir Damai, Prof Bus Kembali Jadi Dekan FK Unair

Jay Wijayanto • Rabu, 10 Juli 2024 | 16:27 WIB
AKTIF LAGI: Rektor Unair Prof M Nasih (kanan) bersama Dekan FK Unair yang telah ditugaskan kembali Prof Budi Santoso memberikan keterangan kepada para jurnalis selepas menunaikan salat Ashar.
AKTIF LAGI: Rektor Unair Prof M Nasih (kanan) bersama Dekan FK Unair yang telah ditugaskan kembali Prof Budi Santoso memberikan keterangan kepada para jurnalis selepas menunaikan salat Ashar.

SURABAYA - Drama pencopotan Prof Budi Santoso sebagai dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) berakhir manis.

Rektor Unair Prof Muhammad Nasih kembali mengangkat Prof Bus, sapaan akrab Prof Budi Santoso, sebagai dekan FK Unair mulai Rabu (10/7).

Prof Nasih dan Prof Bus sempat salat Asar bersama Rabu (9/7) sore di Masjid Ulul Azmi, Kampus C Unair, sebelum menyampaikan pernyataan bersama di depan awak media.

Suasana cair diperlihatkan keduanya di hadapan para pejabat rektorat dan dekanat di lingkungan Unair.

“Kami sudah menerima surat tulisan tangan dari Prof Bus. Intinya, sudah paham dan ada alasan bagi kami untuk mengangkat beliau jadi dekan FK lagi. Jadi, cerita serial ini berakhir sampai di sini,” kata Prof Nasih.

Meski sudah berdamai dan mengembalikan jabatan Prof Bus sebagai dekan FK, Prof Nasih tidak menjelaskan permasalahan yang terjadi sehingga dia harus mengeluarkan surat keputusan (SK) pemecatan Prof Bus sebagai dekan FK Unair.

Namun hal ini diduga terkait pernyataan Prof Bus di media sosial pribadinya yang menolak kedatangan dokter asing oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Indonesia.

“Itu masalah internal dan masa lalu. Yang jelas, kami sudah mengembalikan jabatan itu. Dan, itu proses alami pada sebuah organisasi, dan itu wajar. Hanya di Unair posisi dekan menjadi heboh seperti sekarang ini,” ungkap Prof Nasih.

Yang terpenting sekarang, menurut dia, pihaknya bersama menatap masa depan Unair lebih baik lagi. Dia tidak mau mengomentari kebebasan akademis Prof Bus yang menolak dokter asing ke Indonesia.

“Saya tidak mengetahui soal pendapat Prof Bus. Yang saya ketahui beliau adalah sahabat saya,” imbuhnya.

Terkait dengan pendapat para akademisi Unair yang mengkritisi kebijakan pemerintah (Kemenkes), Prof Nasih menyebut semua pendapat tidak dibatasi. Hanya saja, ada koridornya.

“Kita punya banyak peran dan fungsi. Kita harus komitmen sebagai pejabat yang kebetulan PNS pada PTN, kapan sebagai profesor dan dokter. Silakan kalau mau berpendapat. Kita tidak membatasi kebebasan akademik. Kita ada mimbar bebas akademik dan aturan disiplin kepegawaian,” tegas Prof Nasih.

Terkait dengan gelar profesor dan dokter Prof Bus, Nasih memastikan tidak akan mengusiknya. “Kami tidak mengusik beliau sebagai profesor dan dokter. Itu profesi dan tidak kita usik jabatan akademik profesi,” ucapnya.

Dia juga mengaku tidak ada intervensi apapun dari Menteri Kesehatan (Menkes) atas kasus pemecatan sebelumnya yang diberikan ke Prof Bus. “Tidak ada intervensi dari Menkes,” bantahnya.

Sementara itu, Prof Bus menyebut surat yang dia sampaikan terkait alasan pemecatannya yang mendadak sudah diterima dan sudah ada per temuan dengan rektor. Sehingga, permasalahan ini sudah klir.

“Semua sudah berakhir. Saya pri badi menghaturkan permohonan maaf kepada bapak rektor, mungkin maksudnya mewakili diri pribadi terlalu kelewatan, sehingga saya menggunakan institusi ini yang mungkin salah,” kata Prof Bus.

Prof Bus terlihat sujud syukur di da lam masjid ketika hendak memberikan pernyataan kepada media. “Saya dan bapak rektor sudah memaafkan satu sama lain. Dan, semuanya saya serahkan ke bapak rektor,” tuturnya.

Meski sudah kembali sebagai dekan FK Unair, Prof Bus mengaku akan tetap memberikan masukan kepada pemerintah. “Tetap kita akan ber pendapat, tapi dalam bentuk yang berbeda,” ujarnya.

Prof Bus menjadi dekan FK Unair masa bakti 20202025. Kembalinya Prof Bus menjadi dekan FK Unair disambut baik oleh rekan sejawatnya. “Senang rasanya Prof Bus kembali ke FK Unair mulai besok (Rabu, Red),” ujar dr Ryan, rekannya. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#prof budi santoso #rektor unair #fk unair #Unair #Prof Nasih #Prof BUS