SURABAYA - Ribuan warga memadati area Taman Sejarah di Wisata Kota Lama Surabaya, Rabu (3/7/2024). Mereka memadati area tersebut sejak sore hari untuk menyaksikan grand launching wisata heritage itu.
Para pengunjung yang hadir dari berbagai kalangan. Ada dari kalangan muda mudi, kalangan orang tua yang mengajak anak-anaknya, hingga turis dari mancanegara.
Sejak sore hari, para pengunjung dihibur dengan hiburan musik dari grup musik lokal. Selain itu ada juga food truck yang disediakan pemkot bagi warga yang haus dan butuh minuman.
Ada juga permainan lighting dan video mapping dalam peresmian ini. Selain itu, ada pula penampilan tarian Nonik-Nonik Belanda, Drum Corps Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), hingga pertunjukan orkestra.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hadir sekira pukul 19.27 WIB didampingi Rini Indriyani dan sejumlah pejabat utama pemkot Surabaya. Turut hadir pula sejumlah sejumlah konsul jenderal negara-negara dan Sekretaris Lembaga Akademi TNI Angkatan Laut (Seklem AAL), Laksma TNI Weningingtyas Alindri. Termasul jajaran pimpinan DPRD Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Eri menyampaikan, revitalisasi kota lama ini bukan hanya sebagai destinasi wisata saja, namun untuk menjadi pengingat kepada generasi saat ini mengenai nilai-nilai sejarah yang ada di Surabaya. Hal ini sesuai dengan amanat presiden pertama kita Bung Karno terkait 'Jas Merah'.
"Di sinilah, di Jembatan Merah ini pertempuran perjuangan Arek Suroboyo tidak pernah mengenal pantang menyerah. Ketika sekutu datang untuk merebut kemerdekaan, satu-satunya jenderal yang tewas di surabaya adalah Jendral AWS Mallaby," kata Eri.
Dari kejadian itu, generasi saat ini, menurut Eri, harus mempelajari nilai-nilai sejarah yang tidak pernah pantang mundur dan pantang menyerah. Mereka dengan penuh semangat berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan di Kota Surabaya.
"Di sini kita juga akan melihat kampung Pecinan. Bagaimana pergerakan ekonomi dulu kita bergerak di pecinan juga kampung Arab," ucapnya.
Dia mengharapkan, melalui kota lama ini, generasi penerus bisa memetik nilai-nilai sejarah para pejuang dan mengaplikasikannya di hari ini. "Pejuang kita berjuang ada yang berjuang dengan tenaga, hartanya, dan keberaniannya. Karena itu, saya berharap waktunya Arek Suroboyo berjuang untuk memberantas kemiskinan, memberantas stunting, menyelesaikan putus sekolah. Hari ini kita berjuang memberikan kebahagiaan," ujarnya.
Salah seorang pengunjung Kurniawan mengaku menyempatkan datang ke grand launching untuk mengetahui seperti apa wisata baru yang ada di Kota Pahlawan itu. Dia mengaku terpukau karena banyak gedung bersejarah yang sebelumnya tampak biasa saja, kini berhasil disulap pemerintah menjadi bangunan megah tanpa meninggalkan unsur sejarahnya.
"Wisata ini cocok untuk mengajak keluarga ya. Selain karena keindahan lokasinya, wisata ini juga cukup banyak muatan lokal yang kental akan sejarah Surabaya. Seperti ada jejak sejarah dari papan di Taman Sejarah, lalu ada replika mobil juga zaman belanda," ujarnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek