Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Amankan Suroan dan Suran Agung, Polda Jawa Timur Kerahkan 3.000 Personel Gabungan

Lambertus Hurek • Selasa, 2 Juli 2024 | 21:38 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menjelaskan persiapan pengamanan Suroan dan Suran Agung. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menjelaskan persiapan pengamanan Suroan dan Suran Agung. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Polda Jawa Timur dan jajaran mengerahkan 3.000 personel dibantu TNI, Satpol PP dan pihak peguruan untuk mengamankan kegiatan Suroan dan Suran Agung yang digelar di Madiun Sabtu (6/7) dan Minggu (7/7).

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, rapat koordinasi final sudah dilaksanakan dalam rangka mengawal dan mengamankan kegiatan Satu Suro dan Suran Agung yang digagas oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaran Setia Hati Winongo (PSHW).


"Kurang lebih 3.000 personel yang akan kerahkan ke sana. Termasuk back up dari Polda dan Kodam dan jajaran. Nanti bisa bertambah manakala pemetaan kerawanan meningkat, pasukan akan dinamis," ujarnya usai pelaksanaan rapat koordinasi di Rupatama Mapolda Jatim, Selasa (2/7).

Jenderal bintang dua ini menambahkan, bersama stake holder terkait telah melakukan pemetaan kerawanan. Beberapa hal yang memiliki kerawanan tinggi akan dieliminir dan dikomunikasikan dengan ketua umum dan ketua panitia.

"Alhamdulillah, bersama Dandim, Kapolres khususnya wilayah kawasan Madiun itu kita sudah sepakat kegiatan akan kita laksanakan dengan penyempurnaan waktu. Mudah-mudahan nanti pada tanggal 6 dan 7 Juli kegiatan di Madiun bisa dikawal," terangnya.

Diprediksi dalam kegiatan nanti akan hadir 10 ribu anggota PSHT dan PSHW. Mereka berasal dari beberapa daerah Madiun Kabupaten, Magetan, Ponorogo, dan Ngawi.

Menurut Imam, beberapa ketentuan telah disepakati bersama untuk antisipasi terjadinya bentrokan di sepanjang jalan yang dilalui rombongan dengan kelompok peguruan silat lain.

Di antaranya, tidak boleh konvoi menggunakan motor dan menggunakan kendaraan mobil bak terbuka. Sebab kendaraan bak terbuka sangat rawan menyebabkan fatalitas kecelakaan. 

"Itu yang kita tertibkan ke lokasi Madiun kota. Nanti (bisa) menggunakan bus atau mobil tertutup," ungkapnya.

Untuk antisipasi di luar Madiun, para kapolres jajaran dan kodim akan melakukan penyekatan dan pemeriksaan di sepanjang jalan yang dilalui. Apabila ditemukan yang tidak berkepentingan dan bukan disuruh panitia hadir di Madiun akan disuruh pulang.

"Termasuk yang menggunakan kendaraan bak terbuka saat itu juga akan kita pinggirkan dan tilang. Kalau tidak sesuai peruntukannya, termasuk roda dua, knalpot brong semua akan ditertibkan," tegasnya.

Menjelang  Suroan dan Suran Agung,  Polres jajaran telah melaksanakan patroli skala besar.

 Ketua Umum PSHT R Moerdjoko Hadi Wijoyo menyatakan, pengurus besar PSHT sudah melarang adanya kegiatan ziarah ke Madiun selama kurun waktu bulan Suro. Pelaksanaan pengesahan sudah ditata di cabang masing-masing.

Bahkan, kalau di Madiun di tiap kecamatan dan  ditiap ranting. Sehingga tidak berkumpul di satu tempat. 

"Di cabang-cabang kabupaten/kota melaksanakan sendiri-sendiri berkoordinasi dengan Forkopimda setempat. Kami melarang menggunakan baju atribut organisasi di dalam perjalanan baik berangkat maupun pulang. Jadi, baju atribut dipakai di lokasi dan yang tidak berkepentingan kami tidak izinkan mengikuti kegiatan di tempat tersebut," tandasnya. (rus)

Editor : Lambertus Hurek
#Suroan dan Suran Agung #tawuran pendekar silat surabaya #psht madiun #tawuran pendekar silat Jatim