Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

HAJI 2024: Sepekan Pemulangan Jemaah, Kinerja Maskapai Garuda Indonesia Dinilai Buruk, Ini Penyebabnya

Nofilawati Anisa • Minggu, 30 Juni 2024 | 03:32 WIB

 

EVALUASI: Kemenag menyebut tingginya angka keterlambatan Garuda Indonesia dalam proses pemulangan Jemaah haji 2024. (KEMENAG)
EVALUASI: Kemenag menyebut tingginya angka keterlambatan Garuda Indonesia dalam proses pemulangan Jemaah haji 2024. (KEMENAG)

RADAR SURABAYA – Ribuan jemaah haji Indonesia tahun 2024 sudah pulang ke Tanah Air.

Pemulangan jemaah haji itu sudah berlangsung sepekan, tepatnya sejak 22 Juni lalu.

Tahap ini diawali dengan kepulangan jemaah kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Surabaya (SUB 01) dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.

Serta kloter kedua Embarkasi Solo (SOC 02) dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Sepekan fase pemulangan jemaah, ada 58 kloter yang sudah diberangkatkan menuju Tanah Air oleh Maskapai Garuda Indonesia.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab mencatat tingginya angka keterlambatan penerbangan dari jadwal yang telah direncanakan.

“Dari total 58 kloter, 32 kloter terbang tidak sesuai jadwal karena mengalami keterlambatan. Ini yang saya sebut ontime performance (OTP) Garuda pada fase awal kepulangan ini buruk,” tegas Saiful Mujab di Madinah, Sabtu (29/6), dilansir dari laman kemenag.

Sebanyak 32 kloter yang mengalami keterlambatan penerbangan dari jadwal semula itu terbagi dalam tiga kategori.

Pertama, keterlambatan lebih dari dua jam. Daftar kloternya, yaitu: SOC 06, UPG 02, KNO 02, JKG 08, PDG 03, KNO 03, SOC 16, dan JKG 13.

“Ini ada delapan kelompok terbang. Empat dari Jeddah dan empat dari Madinah,” ujar Saiful Mujab.

Paling parah adalah yang menimpa jemaah kloter 3 Embarkasi Kualanamu (KNO 03) yang delay 12 jam 30 menit.

"Delay sampai 12 jam tanpa pemberitahuan yang semestinya. Semua diinfo secara mendadak. Bahkan, jemaah sudah naik bus dari hotel menuju bandara, baru diinfo kalau pesawat terlambat," papar Saiful Mujab.

"Hal ini berdampak sistemik, karena terkait hotel transit yang juga sudah ada kloter berikutnya yang akan menempati hotel yang sama. Akibat masalah Garuda ini juga, akhirnya jemaah yang dirugikan," lanjutnya.

Kedua, keterlambat 1 - 2 jam dari jadwal semula.

Total ada 15 kloter jemaah haji Indonesia yang pulang terlambat dalam rentang durasi ini.

Ketiga, keterlambatan dalam durasi 30 - 60 menit. Jumlahnya ada sembilan kloter.

“Jadi, ada 32 dari 58 kloter yang sudah terbang ke Tanah Air yang mengalami keterlambatan penerbangan. Prosentasenya lebih dari 50%,” sebut Saiful Mujab.

Saiful Mujab berharap Garuda Indonesia fokus pada upaya perbaikan kinerja pada sisa penerbangan pemulangan jemaah haji Indonesia.

Pastikan pesawat yang akan digunakan siap. Kru pesawat juga siap bertugas, sehingga potensi terjadinya keterlambatan atau delay penerbangan tidak terulang.

"Kasihan jemaah kalau Garuda delay terus. Saya harap Garuda fokus saja pada perbaikan kinerja. Layani jemaah haji Indonesia dengan baik dengan tidak membuat jadwal penerbangan delay," tandasnya.

Proses pemulangan jemaah haji gelombang I dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah akan berlangsung hingga 3 Juli.

Selanjutnya, proses pemulangan akan terfokus pada jemaah haji gelombang II melalui Bandara AMAA Madinah mulai 4 – 21 Juli. (opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#garuda indonesia #pemulangan jemaah haji #keterlambatan penerbangan #kinerja buruk #Direktur Layanan Haji dalam Negeri Kemenag RI Saiful Mujab #embarkasi surabaya #Haji 2024