SURABAYA – Hardjo Mislan yang menjadi jemaah haji tertua se-Indonesia dengan usia 109 tahun, tiba dengan selamat di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Kamis (27/6) siang.
Pria yang tergabung di kloter 19 saat tiba di Debarkasi berada di Bus 9 dan terlihat sehat, bahkan ketika turun dari bus dia langsung mengacungkan jempol kanannya.
Mislan berangkat haji bersama anaknya Sirmad, menantu serta besannya. Lansia kelahiran 2 Juli 1914 itu telah mendaftar haji sejak 18 Februari 2019 saat usianya 104 tahun. Dia akan genap berusia 110 tahun pada 2 Juli mendatang.
Begitu datang ke Asrama Haji, pria yang disapa Mbah Mislan ini didampingi Sirmad menuju ruang pemeriksaan kesehatannya dan beristirahat sembari menunggu bus penjemputan daerah asalnya yakni Kabupaten Ponorogo. Oleh petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya yang memeriksanya, Mbah Mislan dinyatakan sehat.
Ditanya tentang kesehatan selama ibadah haji hingga pulang ke tanah air Mbah Mislan mengucapkan sehat. "Alhamdulillah sehat," ujar Mbah Mislan.
Mbah Mislan juga mengaku senang berada di tanah suci, berkumpul dengan banyak jemaah haji dari seluruh dunia.
"Dateng mriko sampun cocok kulo, ingkang kulo demeni niku kerukunan dateng mriko. Nek mboten wonten kerukunan mboten saget. (Di tanah suci saya sudah cocok, saya sudah senang dengan kerukunan di sana. Kalau gak rukun gak bisa)," tutur mbah Mislan.
Lansia tujuh cucu itu mengaku telah memanjatkan doa dihadapan ka'bah seperti doa untuk kebaikan, keselamatan, diberikan kesehatan dan panjang umur. "Tinggal pilihan aja mana yang diinginkan. Karena doa semau baik," terangnya.
Sementara itu Sirmad, mengatakan bapaknya bisa mengikuti semua ibadah haji, mulai yang wajib hingga yang sunnah. Termasuk saat puncak haji di Armuzna pun dilakukan dengan lancar.
"Bapak selalu bisa mengikuti ibadah, kecuali lempar jumroh yang saya wakili. Tapi secara keseluruhan bisa dilakukan oleh bapak," terang Sirmad.
Selama di tanah suci, Mbah Mislan tidak pernah mengeluh soal kesehatan. Veteran pejuang 45 itu sangat bergembira dan tidak pernah sedih.
Saat wukuf, justru tampak semangat. "Mbah kung (bapak, Red) gak ada keluhan, hanya sedikit batuk akhir-akhir tapi ini sudah sembuh. Selama di sana pernah saya ajak jalan kaki dan kursi roda," ungkap pensiunan guru itu.
Soal makanan di Madinah maupun di Makkah tidak pantangan untuk Mbah Mislan. "Untuk makanan tidak rewel dan cocok. Hampir selalu habis makanan bapak di sana," tuturnya.
Sementara itu sampai dengan Kamis siang sebanyak 3 kloter yakni kloter 18 asal Kabupaten Magetan, kloter 19 asal Kabupaten Ponorogo dan kloter 20 asal Kabupaten Ponorogo dan Kota Surabaya dengan total 1.100 jemaah haji.
Sehingga total secara keseluruhan dari kloter 1-20 yang sudah tiba untuk jemaah haji sejumlah 7.305 jemaah haji.
Sedangkan yang meninggal dunia di tanah suci sebanyak 55 jemaah asal Debarkasi Surabaya dan yang meninggal dunia di Debarkasi atau saat kepulangan sebanyak 3 orang dan yang meninggal saat berada di Embarkasi Surabaya menjelang keberangkatan di tanah suci sebanyak 3 orang. Sehingga total ada 61 jemaah haji asal Debarkasi Surabaya yang meninggal sampai saat ini. (rmt/nug)
Editor : Jay Wijayanto