Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

HAJI 2024: Kompak, Enam Saudara Berangkat Haji Bersama dalam Satu Kloter

Rahmat Sudrajat • Kamis, 27 Juni 2024 | 13:51 WIB
BERANGKAT BERSAMA: Lima saudara dan satu kakak ipar berangkat berhaji bersama tahun ini, dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
BERANGKAT BERSAMA: Lima saudara dan satu kakak ipar berangkat berhaji bersama tahun ini, dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.

SURABAYA - Unik dan jarang terjadi di Indonesia, bahkan di dunia ketika lima saudara kandung dan satu kakak ipar secara bersamaan berangkat haji.

Apalagi dalam satu kloter dan daerah yang sama.

Itu yang dialami oleh jemaah haji asal Kabupaten Tuban yang tergabung dalam kloter 13 yang tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Selasa (25/6) sore.

Kelima bersaudara itu adalah Muhammad As'ad, Ahmad Al Amin, Ahmad Asy'ari, Ahmad Syahrul 'Alim, dan Kholifatur Rosyidah.

Ayahnya yang merupakan pensiunan pegawai KUA, sedangkan ibunda merupakan penjual (jagal) daging sapi berhasil membiayai anaknya untuk berhaji.

Alhamdulillah kami merasa sangat senang dan bersyukur tahun ini dapat pergi ke tanah suci bersama-sama,” tutur kakak pertama, Muhammad As'ad.

As'ad menjelaskan, dia bersama adik-adiknya bisa berangkat bersama haji tahun ini karena sudah didaftarkan oleh orang tuanya sejak 2011.

“Orang tua kami begitu istimewa. Beliau terlebih dahulu mendaftar pada 2010. Setahun kemudian, kami putra putrinya didaftarkan semua. Saat itu kami masih menempuh pendidikan," tuturnya.

As'ad berangkat haji ditemani istri tercinta, Khusniatur Rosyidah. Menurutnya, kuota pendamping itu digunakan oleh sang istri yang sudah mendaftar sejak 2016 lalu sehingga bisa berangkat bersama.

Meski demikian tahun lalu mereka sebenarnya ingin mendampingi kedua orang tua berangkat haji, namun tahun kemarin kuota penggabungan ditiadakan.

"Jadi berangkat berhaji bersama keempat saudaranya membuat kami semakin kompak dan rukun," ungkapnya.

Si bungsu, Kholifatur Rosyidah menceritakan, dia sudah didaftarkan haji oleh ayah dan ibunya ketika masih duduk di sekolah dasar.

Alhamdulillah, saya bisa berangkat ke tanah suci dalam usia 23 tahun bersama kakak-kakak,” ujar Kholifatur.
Baginya, itu adalah pengalaman yang paling berkesan selama di Arab Saudi.

"Cuaca di Kota Madinah sungguh panas antara 43-46 derajat celsius. Meskipun kami sudah pakai pelembab tapi wajah tetap melepuh. Cuaca sangat panas tapi kami tidak berkeringat karena langsung menguap," tuturnya.

Dengan berangkat haji bersama, mereka berharap semoga yang belum ke tanah suci segera diberi kemampuan untuk berhaji.

Sedangkan yang sudah berangkat, dapat kembali ke sana dengan pasangannya maupun anak cucunya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tanah suci #tanah air #jemaah haji #kloter #tuban #Haji 2024