RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah melakukan proses lelang kendaraan operasional roda dua dan roda empat.
Kendaraan-kendaraan operasional Pemkot Surabaya itu dilelang lantaran masa guna pakainya sudah terbilang tua.
Rata-rata kendaraan operasional itu sudah berumur lebih dari tujuh tahun.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menyampaikan, kendaraan-kendaraan tersebut dilelang karena kegunaannya saat ini dinilai tidak efisien dan membebani APBD untuk perawatannya.
Oleh karena itu, sejak bulan Januari lalu, sejumlah kendaraan operasional itu dilelangkan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya.
"Total yang dilelang ini ada 889 unit roda dua dan roda empat," kata Wiwiek, Selasa (25/6).
Wiwiek menjelaskan, dalam proses lelangnya, BPKAD membagi masing-masing lot lelangnya berupa paket kendaraan yang ditawarkan.
Satu paket lot kendaraan jumlah kendaraannya bervariasi.
Ada yang dalam satu paket lot itu 18 unit, 20 unit, dan lain sebagainya.
Terkait harga yang ditawarkan, Wiwiek mengaku semua kendaraan itu sudah melalui tahapan appraisal.
Sehingga penentuan harga lelang kendaraannya sudah mengikuti ketentuan harga nilai kendaraan.
Dia menyebut, saat ini sudah ada 180 unit kendaraan operasional yang sudah terjual lewat sistem lelang ini.
"Dari total 889 unit ini, yang belum terjual untuk roda dua 697 unit dan untuk roda empat ada 12 unit," tuturnya.
Wiwiek menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyesuaian ulang terkait paket-paket lot yang belum memiliki peminat di situs lelang KPKNL itu.
Penyesuaian yang dimaksud itu seperti jumlah lot kendaraan dalam satu paket yang mungkin dirasa terlalu banyak, atau penyesuaian terkait kelengkapan administrasinya.
Sebab, ada kendaraan yang dilelangkan itu, kelengkapan kendaraannya hanya dimodali dengan surat BPKB saja. Kontak dan STNK-nya tidak ada.
"Hari ini kami lakukan koordinasi untuk melakukan penyesuaian, termasuk juga penyesuaian kelengkapan administrasinya. Ketika barang yang kami lelang tidak ada peminat, itu akan dikembalikan lagi. Kita lakukan penyesuaian kemudian kami ajukan lagi lelangnya," ujarnya.
Lebih jauh, Wiwiek menyampaikan, lelang kendaraan operasional pemkot ini dilakukan terbuka lewat situs lelang.go.id milik KPKNL. Masyarakat yang berminat untuk mengikuti lelang kendaraan ini bisa mengecek situs tersebut dan melengkapi persyaratannya di sana. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa