Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dewan Beri Perhatian Khusus pada Guru Pendamping Siswa Inklusi di Surabaya

Dimas Mahendra • Selasa, 25 Juni 2024 | 00:18 WIB

 

SAYANG: Guru pendamping bagi siswa inklusi dengan keahlian khusus sangat dibutuhkan di Kota Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
SAYANG: Guru pendamping bagi siswa inklusi dengan keahlian khusus sangat dibutuhkan di Kota Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - DPRD Surabaya menaruh perhatian khusus terkait guru pendamping bagi siswa inklusi di Surabaya.

Sebab, tidak semua sekolah di Surabaya memiliki guru pendamping bagi siswa inklusi tersebut.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menyampaikan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya sebenarnya memang sudah memberikan pelatihan bagi para guru untuk mendampingi siswa inklusi tersebut.

Mereka yang mendapat pembekalan ini merupakan guru-guru baru untuk siswa SD kelas 1.

"Kita kemarin sudah memastikan untuk guru-guru yang diterima untuk ditempatkan di SD kelas 1. Jadi kita sudah membekali mereka tidak hanya secara keilmuan saja tapi juga memberikan pelatihan juga seperti apa (untuk menghadapi anak inklusi)," kata Ajeng, Senin (24/6).

Kendati begitu, ke depannya, Ajeng meminta untuk dinas agar mempersiapkan SDM yang sesuai kapasitasnya dalam mendampingi siswa-siswa yang tergolong inklusi ini.

Sebab, dalam proses pembelajarannya, siswa inklusi ini membutuhkan metode khusus dalam belajar.

"Sebenarnya memang sebagian dari guru P3K kemarin itu diplot untuk kebutuhan pendamping (siswa inklusi). Cuma memang tidak semuanya diplot ke sana. Tergantung nanti kebutuhannya semisal dari jalur afirmasi SMP siswa inklusi," ucapnya.

Legislator dari Fraksi Gerindra itu menjelaskan, pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP misalnya, calon murid ini akan mengikut masa pengenalan sekolah.

Dari situ menurut dia akan diketahui, sekolah mana saja yang membutuhkan guru khusus untuk pendamping siswa inklusi ini.

"Jadi nanti kita bisa mengkalkulasi mana saja sekolah yang butuh SDM khusus. Biasanya kan kalau mau masuk jenjang lebih tinggi (SMP) itu kan ada tes psikotes dulu lalu ada rekomendasi untuk ditempatkan di sekolah mana," ujarnya.

Dari hasil tes itu, dinas menurut dia harus bisa menyiapkan guru pendampingnya yang benar-benar kompeten di bidangnya.

Sehingga, proses pembelajaran mereka bisa benar-benar terlaksana dengan baik.

"Jadi kita juga bisa mengawasi jangan sampai kalau memang ada anak yang berkebutuhan khusus atau disabilitas lainnya itu harus ada pendampingnya. Sehingga semuanya bisa berjalan efektif dan efisien," pungkasnya. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#dinas pendidikan kota surabaya #dprd kota surabaya #jalur afirmasi #komisi d #Ajeng Wira Wati #Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) #siswa inklusi #Guru Pendamping