RADAR SURABAYA - Penataan utilitas udara (kabel) di kawasan wisata Kota Lama Surabaya mendapatkan perhatian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Rencananya, penataan kabel-kabel itu bakal dijadikan percontohan untuk wilayah lain di Surabaya.
Sebab, hal ini sangat berpengaruh pada tata kota yang indah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, pada launching nanti, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi akan mengajak para pengelola provider untuk bersinergi melakukan penataan utilitas udara yang baik dan benar.
Kabel-kabel mereka bakal diminta untuk ditata lebih rapi dan dimasukkan ke dalam saluran bawah tanah.
"Insyaallah beliau juga akan menyampaikan penataan-penataan kabel. Beliau akan mengajak provider-provider untuk melihat kalau penataan kabelnya itu jangan begini, tapi diturunkan saja," kata Eri, Minggu (23/6).
Eri menambahkan, penataan kabel di kawasan wisata Kota Lama ini diharapkan bisa menjadi pilot project untuk penataan utilitas udara di Surabaya.
Tujuannya, ke depan sudah tidak ada lagi kabel yang bergelantungan di udara. Hal ini akan menambahkan kesan keindahan untuk Kota Surabaya.
"Sehingga nanti di Surabaya tidak ada lagi kabel provider di atas. Mereka sudah memasukkan ke dalam ducting. Jadi ini untuk percontohan untuk daerah lain di Surabaya," ucapnya.
Saat ini, Eri menyampaikan, gebyar acara sebelum launching sudah mulai bisa dirasakan di kawasan wisata Kota Lama Surabaya.
Khususnya di area Taman Sejarah ruas Jalan Rajawali yang menjadi pusat zona eropa.
Sejumlah acara sudah diselenggarakan di kawasan ini dan direspons dengan baik oleh warga.
Sebutlah seperti jelajah kota lama dengan mobil Jeep, sepeda kuno, semuanya ada di sekitar area Taman Sejarah.
Kemudian ada juga pameran lukisan dan foto yang digelar lantai 2 Gedung Internatio hingga tanggal 28 Juni mendatang.
"Iya gebyarnya memang sudah kita lakukan sejak sekarang. Jadi sebenarnya kita menyesuaikan waktu Pak Menteri kominfo (terkait launching kota lama)," ujarnya.
Menteri Kominfo menurut Eri saat ini masih ada agenda di Singapura.
Sehingga launching yang sebelumnya diagendakan tanggal 23 Juni, terpaksa diundur hingga tanggal 27 Juni mendatang.
Eri menjelaskan, nantinya saat launching kota lama itu, akan ada juga bantuan 25 unit becak listrik untuk sarana penunjang para wisatawan di Kota Lama.
Becak-becak itu akan disediakan tempatnya sendiri seperti jiip tua dan sepeda tua lainnya.
"Becak listrik yang kayak di Jogja yang ada batiknya kayak gitu. Becak listrik itu diberikan untuk wisata kota lama. Jadi di sana nanti ada becak listrik, ada sepeda kuno, ada sepeda listrik dan ada jeep juga. Nanti tempatnya beda-beda. Semoga nanti kalau tidak Kamis (27 Juni), maksimal di tanggal 2 Juli dilaunching," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa