Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wujudkan Kota Ramah dan Layak Anak, Pemkot Surabaya Integrasi Layanan Primer Kesehatan untuk Anak

Dimas Mahendra • Senin, 24 Juni 2024 | 01:08 WIB
RAMAH: Pelayanan kesehatan di Surabaya terus ditingkatkan, utamanya bagi anak-anak. (DINKES KOTA SURABAYA)
RAMAH: Pelayanan kesehatan di Surabaya terus ditingkatkan, utamanya bagi anak-anak. (DINKES KOTA SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, utamanya bagi anak-anak.

Tujuannya adalah untuk menciptakan kondisi kota yang ramah dan layak untuk anak.

Inovasi terbarunya adalah Pemkot Surabaya akan mengimplementasikan Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan pendekatan humanis untuk masyarakat yang membutuhkan.

Langkah ini memiliki tujuan untum mendekatkan layanan kesehatan pada masyarakat.

"Puskesman Pembantu (Pustu) ini nanti akan membinaPosyandu Keluarga yang melayani skrining untuk anak-anak hingga lansia. Dengan mendekatkan layanan, masyarakat diharapkan lebih mudah melakukan deteksi dini kesehatannya. Prinsipnya, tidak menunggu sakit baru berobat," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina, Minggu (23/6).

Nanik mengungkapkan, ILP itu sendiri memiliki tiga hal pokok yang menjadi fokusnya.

Pertama adalah pemantauan wilayah setempat, mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat, dan menyediakan layanan kesehatan sesuai siklus hidup.

Lebih dari itu, Posyandu Keluarga tidak hanya melayani anak-anak tetapi juga kesehatan lansia.

Terkait upayanya dalam memberikan perlindungan pada anak dari segi pelayanan kesehatan, dinkes menurut Nanik akan melakukan kerja sama dengan beberapa rumah sakit dan puskesmas.

Kerja sama ini menurut dia untuk melaksanakan program tes darah bayi, yang dikenal sebagai Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Program ini menurut dia wajib dilakukan pada semua bayi yang baru lahir usia 48-72 jam dengan mengambil sampel darah dari tumit bayi.

Tujuannya, untuk deteksi dini kelainan hormon tiroid yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

"Tes darah ini diharapkan bisa mendeteksi secara dini gangguan tumbuh kembang bayi. Bila terdeteksi ada kelainan, intervensi dapat dilakukan lebih dini sehingga gangguan dapat diminimalisir," ucapnya.

Di sisi lain, upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatannya inu mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.

Salah satunya adalah dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jawa Timur Isa Ansori.

Isa mengatakan, program ini menegaskan komitmen Surabaya sebagai Kota Layak Anak.

Dia berharap, pemerintah kota bisa benar-benar mengawal isu terkait pentingnya layanan kesehatan untuk anak ini ke pemerintah pusat.

Bahkan hingga ke negara-negara lain sebagai salah satu bagian dari peringatan hari anak nasional 2024.

"Program ini menunjukkan bahwa Surabaya melindungi anak-anak dari gangguan tumbuh kembang sejak bayi. Surabaya siap menjadi bagian dari kota-kota di dunia yang peduli pada persoalan anak-anak," ujarnya. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kota ramah anak #Nanik Sukristina #Layanan Kesehatan #Integrasi Layanan Prima (ILP) #Dinas Kesehatan Kota Surabaya #kota layak anak #pemkot surabaya