RADAR SURABAYA - Jelang kepulangan jemaah haji asal Embarkasi Surabaya ke Tanah Air, segala persiapan terus dilakukan oleh panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Debarkasi Surabaya.
Termasuk penerbangan yang mengangkut jemaah dari Bandar Udara King Abdulaziz Jeddah menuju ke Bandara Internasional Juanda.
Pesawat yang digunakan untuk kepulangan ke Tanah Air pun tidak jauh berbeda dengan saat digunakan untuk mengangkut jemaah haji saat berangkat ke Tanah Suci.
Yakni menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines jenis Airbus 330-300.
Manager Operasional Saudi Arabia Airlines Yusuf Rahmani mengatakan pesawat yang digunakan sudah siap 100 persen untuk mengangkut jemaah haji.
“Termasuk pesawat yang sudah kami siapkan sebanyak lima unit Airbus 330-300,” ungkap Yusuf, Sabtu (22/6).
Rencananya jadwal penerbangan kloter 1 asal Bojonegoro diberangkatkan dari Bandar Udara King Abdulaziz Jeddah Sabtu (22/6) pukul 03.15 waktu Jeddah dan landing di Bandar Udara Juanda, Sabtu (22/6) pukul 21.05 WIB.
Kedatangan jemaah haji akan beriringan dengan kloter 2 asal Bojonegoro yang mendarat pukul 22.20 WIB.
Kloter 3 asal Bojonegoro mendarat di Bandar Udara Juanda pukul 23.35 WIB.
Disusul kloter 4 juga berasal dari Bojonegoro mendarat Minggu pukul 00.55 WIB.
"Jadi untuk kloter awal pemulangan jemaah haji ada 4 kloter yang akan tiba secara beriringan. Kami sudah siap 100 persen untuk pemulangan besok," tutur Yusuf.
Pesawat yang mengangkut jemaah saat ini sudah standby di Bandar Udara King Abdulaziz Jeddah.
Pesawat tersebut nantinya akan transit ke Bandar Udara Kualanamu Medan selama 45 menit untuk mengisi bahan bakar.
Jika nantinya ada jemaah yang mengalami sakit jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan ke Bandar Udara Juanda, akan dirujuk di rumah sakit di Medan.
"Antisipasi dari kami secara kesiapan crew sudah siap. Kami juga menyiapkan obat-obatan di dalam pesawat bilamana ada yang butuh penanganan khusus akan kami tangani begitu pesawat transit di Kualanamu Medan nanti akan ditangani oleh BBKK. Jika memungkinkan akan kami lanjutkan kalau tidak akan dirujuk di rumah sakit di Medan," terangnya.
Yusuf juga mengimbau kepada jemaah haji yang hendak pulang ke Tanah Air agar tidak membawa air zamzam.
Karena pihaknya sudah menyiapkan air zamzam 5 liter tiap Jemaah.
Saat ini air zamzam itu sudah berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Sedangkan untuk berat bagasi tiap jemaah menurutnya masih tetap seperti keberangkatan.
Yakni maksimal 32 kilogram untuk koper besar sedangkan untuk tas tenteng maksimal 7 kilogram.
"Kami mewanti-wanti kepada jemaah haji untuk tidak diperbolehkan membawa tambahan air zamzam. Kami sudah menyiapkan di debarkasi yang akan dibagikan ketika jemaah tiba," imbauannya.
Dia mengaku apabila zamzam masuk ke dalam bagasi dan terjadi kebocoran maka akan membahayakan penerbangan.
"Yang pasti akan disita meskipun dibawa di dalam tas. Dan tidak akan dikembalikan karena akan membahayakan penerbangan jika misal terjadi kebocoran akibat air zamzam yang dibawa jemaah haji," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa