SURABAYA - Dinas Sosial (Dinsos) Jatim melepas anak asuh dari empat Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak (UPT PPSAA) pada pekan ini.
Ada 300 penerima manfaat (PM) yang dikembalikan ke keluarga dan masyarakat. Selain disekolahkan, anak-anak itu juga dilatih keterampilan agar mandiri.
"Tahun ini, kami menginisiasi program double track. Ada pelatihan yang kerja sama dengan Disnaker Jatim," kata Kadinsos Jatim, Novi Resti Widiani, Jumat (21/6).
Novi mengatakan bahwa para penerima manfaat sebelumnya tinggal di empat UPT PPSAA. Yakni di Sumenep, Situbondo, Trenggalek dan Nganjuk. Mereka disekolahkan hingga lulus.
"Kami tidak ingin anak-anak itu sekadar lulus sekolah. Ada program double track dengan memberikan pelatihan seperti mengelas, servis sepeda motor dan pertukangan. Jadi mereka lulus sekolah juga lulus pelatihan kali ini. Itu akan membuat mereka lebih mandiri dan siap bekerja," kata Novi.
Novi menyebut bahwa pelatihan amat penting. Hal itu menjadi bekal agar anak-anak bisa mencari nafkah dan tidak lagi terlantar.
Tidak saja anak-anak terlantar, Dinsos juga membantu ratusan orang terlantar di Jatim dengan memulangkannya ke daerah asal.
Sejak Januari hingga Juni tahun ini, terdapat 872 orang terlantar yang telah dibantu kepulangannya ke daerah asal.
"Sebagian kondisi mereka cukup memprihatinkan. Tak sedikit yang tertipu lowongan pekerjaan (loker). Soal ini, kami juga bekerja sama dengan disnaker menangkal aksi penipuan bermodus lapangan pekerjaan," jelas Novi. (mus/jay)
Editor : Jay Wijayanto