RADAR SURABAYA - Animo masyarakat begitu tinggi untuk berkunjung ke area kawasan wisata Kota Lama Surabaya.
Tepatnya di taman sejarah yang berada di ruas Jalan Rajawali.
Padahal, area wisata ini baru akan dibuka pada tanggal 27 Juni mendatang dan dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi.
Melihat fenomena itu, Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Sosiolog dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Andri Arianto, menilai revitalisasi ini sebagai langkah strategis dalam mengembangkan potensi Kota Pahlawan.
Pemerintah berhasil mengembangkan potensi wisata ini.
Hal itu dapat dilihat dari antusiasme masyarakat yang semakin meningkat.
Berbagai kalangan masyarakat terlihat menikmati suasana baru di kawasan ini. Ada yang bersepeda, foto-foto, bermain skuter dan lain sebagainya.
"Mimpi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menjadikan Surabaya sebagai destinasi wisata dan warisan sejarah dunia semakin nyata," ujar Andri Arianto, Jumat (21/6).
Nilai-nilai yang ditonjolkan dalam wisata ini adalah nilai sejarah dari sejumlah bangunan bersejarah di sana.
Pemerintah menurut dia berhasil mengangkat nilai-nilai arsitektur gedung cagar budaya yang eksotis serta kehidupan masyarakat yang multikultural, baik dari komunitas Arab, Tionghoa, Madura, dan Jawa.
"Kawasan ini merupakan warisan nyata kehidupan multikultur dan wajah toleransi masyarakat Kota Surabaya sejak masa lalu," jelas Andri.
Di berharap, dengan keberhasilan mengangkat nilai-nilai sejarah sebagai nilai tawar utama dalam wisata ini, kawasan kota lama ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Pahlawan.
"Fakta di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat sebelum peresmian. Hal ini memberikan bekal kuat bagi keberlanjutan dan preservasi kawasan cagar budaya yang edukatif, edukatif sebagai identitas masyarakat Surabaya yang pluralis dan multikultur," ujar dia.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan nantinya ketika wisata ini sudah dibuka, pemkot akan menggandeng sejumlah komunitas untuk meramaikan Kota Lama Surabaya.
Komunitas akan menyediakan paket wisata sehingga para pelancong dapat merasakan nuansa Kota Lama Surabaya.
Paket wisata yang dimaksud itu, seperti komunitas penyewaan kostum bergaya Eropa, komunitas bike tour, hingga komunitas Jeep tour.
Selain itu, pemkot menurut dia juga akan menggandeng para tukang becak di kawasan zona Eropa menjadi becak wisata.
“Yang menggerakkan dan meramaikan Kota Lama Surabaya adalah komunitas. Ada komunitas penyewaan baju (kostum) Eropa di Gedung Internatio. Ada mobil Jeep dari komunitas, lalu ada becak yang kita libatkan. Kita bedakan gayanya, becaknya, dan baju juga berbeda,” kata Eri. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa