Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Serius Tangani Masalah Sampah, Tahun 2024 Pemkot Surabaya Bangun Dua TPS 3R Baru

Dimas Mahendra • Sabtu, 22 Juni 2024 | 00:30 WIB
SIBUK: Pekerja memilah sampah di TPS 3R Jambangan, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SIBUK: Pekerja memilah sampah di TPS 3R Jambangan, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal kembali menambah Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R).

Rencananya akan ada dua titik yang akan dilakukan pembangunan TPS 3R itu pada tahun ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan, saat ini sudah ada 10 titik TPS 3R di Surabaya.

Penambahan TPS 3R baru ini menurut dia untuk memaksimalkan pengolahan sampah yang ada di perkampungan.

"Iya nambah dua tahun ini, satu ada di Kelurahan Sumberejo. Kemudian satu lagi ada di Kelurahan Tambak Wedi," kata Dedik, Jumat (21/6).

Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sarana dan Prasarana DLH Kota Surabaya Agustinus Hendra menyampaikan, pengerjaan proyek penambahan TPS 3R ini akan dimulai pada bulan Juli nanti.

Targetnya, pengerjaan ini harus sudah rampung pada bulan Oktober mendatang.

"Harapan kami sudah selesai terbangun ya. Untuk luasannya berkisar antara 1.500 sampai 1.800 meter persegi," kata Agustinus.

Dia menambahkan, TPS 3R ini diperuntukkan untuk sampah rumah tangga.

Dalam sehari, dua TPS baru ini mampu menerima kiriman sampah sampai 10 ton.

"TPS 3R yang kami bangun itu nanti terintegrasi juga dengan rumah kompos, rumah maggot, dan TPS Sampah Spesifik," ucap dia.

Agustinus menjelaskan, masing-masing TPS 3R memiliki kapasitas yang berbeda-beda dalam menerima tonase sampah harian.

Ada yang hanya mampu menerima lima ton, namun ada juga yang bisa menerima sampah rumah tangga sampai 20 ton sehari.

"Sudah ada 10 unit TPS 3R yang beroperasi di Surabaya dengan kapasitas yang bervariasi. Seperti di Sutorejo itu bisa menerima sampai 15 ton perhari. Lalu di Jambangan itu bisa sampai 20 ton perharinya," ujarnya.

TPS 3R sendiri menurut dia memiliki peranan untuk mengurangi sampah yang masuk di TPA Benowo.

Lewat proses pemilahan hingga budidaya magot, pengurangannya bisa mencapai 60 persen dari total tonase yang masuk ke TPS tersebut.

Tentunya hal ini sangat membantu pemerintah dalam upaya penuntasan dan pengolahan sampah di Surabaya.

"Jadi dari TPS 3R ini mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Dari sampah yang masuk, residu yang tersisa sekitar 40 persen yang dibuang ke TPA Benowo," pungkasnya. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#tempat pembuangan sampah #TPA Benowo #DLH Kota Surabaya #dinas lingkungan hidup kota surabaya #reduce dan recycle #pengolahan sampah #pemkot surabaya