RADAR SURABAYA - Launching kawasan wisata Kota Lama Surabaya bakal kembali diundur.
Rencananya, wisata ikonik Surabaya tempo dulu itu bakal berlangsung, Minggu (23/6).
Namun, karena ada beberapa hal, launchingnya terpaksa diundur pada tanggal 27 Juni mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah mengungkapkan, launching kawasan wisata Kota Lama ini tidak akan digelar bebarengan dengan event Green Force Run, 23 Juni nanti.
Dia mengaku, launching ini diundur dan akan dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi.
"Diundur tanggal 27 Juni nanti. Saya diinfo kalau Menteri Kominfo datang nanti," kata Hidayat pada Radar Surabaya, Kamis (20/6).
Hidayat menjelaskan, launching ini nantinya akan terpusat di Taman Sejarah Kota Lama.
Tepatnya di ruas Jalan Rajawali, tepatnya di depan Jembatan Merah Plaza (JMP).
Hidayat mengaku, launching wisata ini rencananya akan berlangsung pada sore hari.
"Nanti kita akan buat acaranya semeriah mungkin. Sehingga warga juga bisa banyak yang hadir dan menikmati wisata kota lama ini," tuturnya.
Sejumlah persiapan menurut Hidayat terus dimatangkan, baik itu persiapan terkait konsep launching hingga teknis acaranya.
Terkait progres revitalisasinya sendiri, saat ini justru sudah hampir sepenuhnya siap.
Dia mengaku akan banyak hal yang bisa menjadi nilai tawar bagi pengunjung di sana.
Selain memamerkan arsitektur bersejarah, nantinya di sana juga akan banyak sekali kulineran khas masing-masing zona kota lama.
Mulai dari kulineran khas eropa, pecinan, arab, hingga makanan khas Surabaya juga akan ada di objek wisata ini.
"Makanan yang ala-ala eropa yang di Rajawali, kalau di Kya Kya ini Chinese food, kalau di area Ampel ya arabic food. Sesuai zonanya ya. Kalau untuk jamnya, ya mengikuti jam operasional masing-masing stand ya. Sekarang ini, mereka yang pemodal usaha FnB ini lagi komunikasi dengan para pemilik gedung," ujarnya.
Lebih jauh, Hidayat pun mengimbau pada para pengunjung untuk bersama-sama menjaga sarana prasarana yang ada di area wisata kota lama ini.
Termasuk menjaga kebersihan area tersebut.
Tujuannya agar estetika wisata yang sudah disiapkan pemerintah kota ini bisa lebih terjaga dan terawat.
"Iya jadi infrastruktur di sana jangan dirusak. Ayo dijaga bareng-bareng milik Surabaya ini," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa