SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal punya 48 motor listrik untuk kendaraan operasional.
Motor-motor itu merupakan motor milik pemkot yang dikonversi dari bahan bakar minyak ke listrik. Saat ini, motor-motor itu tengah diproses di bengkel.
Kepala Bidang Penatausahaan, Pemanfaatan dan Pemindahtanganan Barang Milik Daerah BPKAD Surabaya Dimas Nuswantoro mengungkapkan, motor yang dikonversi menjadi kendaraan listrik itu merupakan sisa kendaraan yang tidak dilelang karena dinilai masih layak guna.
"Motor yang dilelang kemarin itu karena usianya sudah lebih dari tujuh tahun. Sebagian akan diganti kendaraan bermotor listrik berbasis baterai," kata Dimas pada Radar Surabaya, Selasa (18/6).
Dimas menjelaskan, saat ini 25 motor itu sedang tahap konversi di bengkel.
Sedangkan sisanya sebanyak 23 motor sudah diserahkan ke SKPD yang berwenang.
Konversi motor berbahan minyak ke listrik ini menurut dia merupakan bantuan dari Kementerian ESDM.
"Proses konversinya ini di bengkel resmi yang ditunjuk Kementerian ESDM," ucap Dimas.
Dia melanjutkan, untuk tahun ini baru 48 motor saja yang yang mendapat bantuan dari kementerian ESDM ini.
Kalau terkait apakah pemkot akan melakukan pengadaan untuk kendaraan operasional bertenaga listrik, Dimas mengaku masih belum mengetahui apakah akan ada perencanaan itu atau tidak di tahun anggaran berikutnya.
"Kalau untuk roda empat kami masih proses penilaian sementara ini. Jadi jenis bantuan konversi listrik ini bentuknya adalah konversi ke listrik saja. Kalau untuk unit motornya dari kami," pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemkot bulan ini melakukan lelang kendaraan operasional jenis roda dua.
Total, ada 125 unit motor yang dilelang dalam dua tahap bulan ini. Tahap pertama sebanyak 58 unit dan berlangsung sejak tanggal 14 Juni sampai 24 Juni mendatang.
Kemudian pada tahap kedua sebanyak 67 unit dan berlangsung mulai 24 Juni hingga 1 Juli mendatang. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari