RADAR SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan 45 ekor sapi kurban untuk dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya.
Selain dari Eri Cahyadi, ada juga hewan kurban dari instansi lain seperti OPD Pemkot Surabaya, Forkopimda, BUMD, dan Polres Tanjung Perak.
Eri menyampaikan, total yang diserahkan untuk disembelih di RPH ini ada 77 ekor hewan kurban.
Dari hasil penyembelihan itu, dagingnya dibagikan pada masyarakat Kota Surabaya.
Pembagiannya pun tidak menggunakan kantong plastik.
Sebab, hal ini disesuaikan dengan aturan Peraturan Wali Kota (Perwali) 16/2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya.
"Kita minta pembagian dagingnya menggunakan besek, tidak boleh pakai plastik," kata Eri, Senin (17/6).
Eri menambahkan, warga juga tidak perlu khawatir dengan proses penyembelihan di RPH Surabaya ini.
Menurut dia, penyembelihan hewan kurban di RPH Surabaya dilakukan dengan aman dan sehat.
Dia menegaskan, setiap hewan kurban yang akan dipotong, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan.
"Pemeriksaan hewan kurban secara merata dilakukan oleh dokter hewan. Setiap yang akan disembelih dilakukan pemeriksaan, dan ada sertifikasi kalau hewannya sehat," ucapnya.
Di sisi lain, Direktur Utama (Dirut) RPH Kota Surabaya Fajar Arifianto menyampaikan, sapi yang dikurbankan untuk masyarakat ini memiliki bobot yang sangat variatif. Ada yang 750 kilogram hingga 1 ton.
"Dari 77 hewan kurban yang diserahkan ke RPH oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, 45 di antaranya berasal dari Wali Kota Eri Cahyadi. Sapi-sapinya jumbo," katanya.
Fajar pun menegaskan, kesehatan daging kurban di RPH Surabaya sangat terjaga, karena bebas penyakit dan parasit.
Sehingga, masyarakat tidak perlu ragu atau pun khawatir mengenai kualitas daging yang disembelih di RPH ini.
Sebab, manajemen menjamin daging-daging yang disalurkan itu nantinya terjamin kebersihannya.
"Jadi begitu sapi dipotong, langsung dilakukan pengkulitan, memisahkan jeroan dan daging, lepas kepala. Setelah jeroan dipisah dan dicuci bersih, lalu dagingnya dipotong dan dikemas," pungkas mantan wartawan itu. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa