Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

DKPP Kota Surabaya Temukan Cacing Hati di Sapi Kurban yang Sudah Disembelih di Jetis, Daging Tetap Aman Dikonsumsi

Dimas Mahendra • Senin, 17 Juni 2024 | 23:42 WIB
CERMAT: Petugas dari DKPP Surabaya saat melakukan pengecekan post mortem hewan kurban, Senin (17/6). (DKPP SURABAYA)
CERMAT: Petugas dari DKPP Surabaya saat melakukan pengecekan post mortem hewan kurban, Senin (17/6). (DKPP SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya melakukan pengecekan kesehatan jeroan dan karkas (post mortem) hewan kurban setelah disembelih, Senin (17/6).

Hasilnya, dari sejumlah sapi yang diperiksa, terdapat cacing di hatinya.

Kepala Bidang Peternakan DKPP Kota Surabaya Sunarno menyampaikan, pengecekan post mortem ini menyasar titik-titik penyembelihan se-Surabaya.

Mulai dari instansi perkantoran, musala atau masjid perkampungan, sekolah dan lain sebagainya.

Dalam pengecekan ini, total ada 150 dokter hewan yang diterjunkan.

Mereka yang turun melakukan pengecekan itu, selain dari dinas, ada juga dari sejumlah universitas di Surabaya seperti Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Wijaya Kusuma (UWK).

Mereka yang dari kalangan kampus itu semua disebar ke seluruh titik penyembelihan.

"Kita lakukan pengecekan se-Surabaya. Tim kita sebar. Saya sendiri di area Sukolilo, Jetis, dan Ketintang itu kita survei hewan yang sudah disembelih kita cek kesehatannya," kata Sunarno.

Saat melakukan pengecekan itu, Sunarno menyebut ada sapi yang kondisi hatinya ada cacingnya.

Hati sapi tersebut segera diamankan agar tidak dibagikan ke warga.

Namun, untuk dagingnya menurut dia masih aman untuk dikonsumsi.

Sehingga tetap diperbolehkan untuk dibagikan.

"Yang saya periksa itu ada satu di Jetis dari total 17 sapi hanya ada satu yang sakit, ada cacing hatinya. Itu hanya di hatinya saja, tidak ada di daging atau organ lainnya. Jadi hatinya saja tidak layak untuk dikonsumsi makanya kami amankan. Kalau di tempat lain laporan dari temen-teman ada tiga lokasi yang juga ditemukan cacing hati ini langsung kita amankan juga," jelasnya.

Sunarno menjelaskan, penularan cacing sapi ini berasal dari kotoran siput air.

Biasanya sapi yang terinfeksi cacing hati ini kebanyakan makan rumput atau minum air di rawa-rawa.

Sunarno menyampaikan, akan lebih baik jika sapi ini diambilkan rumput yang berasal dari tanah lapang. Sebab potensi tertular cacing hati ini kecil.

"Untuk lebih baiknya untuk hewan kurban sapi ini umur dua tahun atau tiga tahun. Itu kemungkinan kena cacing hati kecil karena kondisinya masih bagus dan kuat," ujarnya.

Lebih jauh, terkait kambing, Sunarno mengaku tidak menemukan ada yang sakit.

Penyakit yang menjangkiti kambing pun menurut dia tidak sama dengan sapi.

Kambing lebih mudah diidentifikasi sakit sejak masih belum disembelih.

"Jadi kalau kambing itu kelihatan sejak dari luar. Jadi sejak masih hidup sudah kelihatan kalau dia sakit seperti keluar ingus atau semacamnya. Jadi kalau untuk kambing ini aman," pungkasnya. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#sapi kurban #post mortem #jerohan #DKPP Kota Surabaya #jetis #daging aman dikonsumsi #cacing hati hewan kurban #cacing hati