Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tradisi Toron Masyarakat Madura Sudah Ada Sebelum Abad Ke-19 untuk Perkuat Silaturahmi

Rahmat Sudrajat • Senin, 17 Juni 2024 | 02:03 WIB
Tradisi toron atau mudik jelang Idul Adha terlihat di Jembatan Suramadu. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Tradisi toron atau mudik jelang Idul Adha terlihat di Jembatan Suramadu. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Toron merupakan tradisi mudik masyarakat Madura saat Hari Raya Idul Adha. Tradisi itu setiap tahun dilakukan masyarakat Madura yang telah lama meninggalkan kampung halamannya.

Menurut pakar sejarah, Moordiati, toron memiliki dua arti. Pertama, orang Madura yang bermigrasi pulang ke kampung halamannya. Kedua, Toron Tana, yaitu orang Madura pulang ke kampung halaman untuk menyambangi keluarga dan kerabatnya.

"Konteks menyambangi keluarga ini, orang Madura tidak hanya menyambangi keluarga dan kerabatnya yang masih hidup. Akan tetapi, juga kerabat yang sudah meninggal dunia melalui ziarah di makamnya," tutur Moordiati, Minggu (16/6).

Dosen Ilmu Sejarah, Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga Surabaya itu menjelaskan, dalam sejarah masyarakat Madura, tradisi Toron merupakan kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama. Namun, belum ada sumber primer yang menjelaskan secara spesifik kapan tepatnya asal muasal tradisi itu.

“Tidak ada catatan khusus dari peninggalan kolonial tentang kapan awal mulanya tradisi ini ada. Namun, berdasarkan orang Madura yang bermigrasi ke luar daerah, sebenarnya sudah mereka mulai sejak jauh sebelum abad ke-19,” terangnya.

Toron juga memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Madura. Toron menjadi salah satu tradisi yang dilestarikan untuk meningkatkan tali persaudaraan dan rasa cinta terhadap keluarga, kerabat, teman, dan tanah kelahiran.

“Toron menjadi seperti obat rasa rindu dan semangat pembangun motivasi bagi masyarakat perantau dari Madura. Hal ini juga menjadi momen yang hangat dan meningkatkan rasa persaudaraan dan cinta tanah kelahiran bagi masyarakat Madura,” ujarnya.

Dalam segi sosial dan ekonomi, Toron juga berdampak positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Madura. Hal tersebut pula yang menjadikan tradisi Toron terus lestari.

“Kebanyakan perantau sukses, ketika pulang membuat masyarakat Madura lain termotivasi, sehingga terjadi diaspora dan tradisi Toron terus lestari,” tegasnya. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
#tradisi toron idul adha #silaturahmi idul adha madura #budaya toron madura #budaya toron ke madura