RADAR SURABAYA - DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna terkait pandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda Pertanggungjawaban APBD tahun 2023.
Dalam paripurna itu, seluruh fraksi mengapresiasi kinerja pemerintahan era Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji.
Kendati begitu, tetap ada beberapa catatan dari para legislator tersebut terkait pemerintahan Eri-Armuji.
Sebutlah seperti dari Fraksi Gerindra. Ajeng yang bergerak sebagai juru bicara fraksi partai besutan Prabowo Subianto mengatakan, masih ada sejumlah catatan terkait penggunaan anggaran yang harusnya bisa dioptimalkan.
"Fasilitas pelayanan kesehatan masih belum optimal. Terlihat beberapa dari penanganan stunting, angka kematian ibu dan bayi, DBD, dan lain sebagainya. Padahal anggaran sudah disupport untuk menangani pelayanan kesehatan ini," kata Ajeng dalam paripurna itu.
Senada dengan Gerindra, Fraksi Golkar yang dijuru bicarai oleh Agung Prasojo menyampaikan apresiasinya pada pemerintah kota dalam upaya mencapai target pendapatan daerah.
Namun, Fraksi Golkar juga memberi catatan terkait potensi pendapatan daerah lain yang masih belum maksimal.
"Hal ini perlu dilakukan upaya peningkatan intensifikasi pendapatan daerah. Pemerintah kota harus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan pelaksanaan APBD, agar program dan kegiatan yang dilaksanakan agar benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, juru bicara Fraksi PKS Aning Rachmawati menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya terkait berbagai penghargaan yang berhasil diperoleh pemerintah kota.
Salah satu contohnya adalah berhasil diraihnya penghargaan 12 kali berturut-turut predikat WTP.
"Tentunya ini merupakan bagian dari kinerja baik pemerintah kota melaksanakan pembangunan dengan menggunakan anggaran tahun 2023. Semoga kota surabaya bisa meningkatkan prestasi yang luar biasa," ujar Aning.
Di sisi lain, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Abdul Ghoni Muklas Niam memaparkan, kinerja pemerintah kota patut diapresiasi melihat hasil rekapitulasi penggunaan anggaran yang terbilang sangat bagus.
Mulai dari realisasi pendapatan hingga belanja daerah disebut sangat bagus.
"Sebagaimana disampaikan dalam nota penjelasan wali kota, total pendapatan mencapai Rp 10,7 Triliun tahun 2023. Sedangkan belanja daerah total Rp 7,8 triliun. Antara pendapatan dan belanja daerah, pemerintah berhasil. Sehingga memperkuat kebijakan pemerintah kota pada masyarakat baik itu pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya," ujarnya.
Rapat paripurna ini bakal dilanjut dengan jawaban wali kota terkait pandangan fraksi-fraksi pada agenda rapat berikutnya di DPRD Surabaya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa