SURABAYA-Ingin jalan-jalan lihat kapal perang? Atau, ingin dinner di tengah laut naik kapal layar seperti KRI Dewaruci atau KRI Bimasuci?
Jangan khawatir, sebentar lagi impian itu bakal bisa terealisasi.
Pemkot Surabaya menggandeng Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya dan Komando Armada (Koarmada) II bakal menggelar wisata bahari.
Salah satu destinasinya adalah kunjungan ke kapal-kapal perang yang bersandar di pangkalan Koarmada II di Ujung, Surabaya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, Surabaya bakal memiliki destinasi wisata baru yang akan ditawarkan ke masyarakat dan para wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan.
"Wisata itu adalah wisata maritim atau wisata bahari yang ada di kompleks TNI Angkatan Laut,” ucapnya saat mengikuti rapat koordinasi wisata maritim di Kota Surabaya yang digelar di Hotel Majapahit, Surabaya, Rabu (12/6).
Rapat ini dihadiri Kepala Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Koarmada II, Kolonel Laut Dwi Yoga, Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Danlantamal V, Letkol Laut Bagus Arianto, dan para stakeholder dari kalangan wisata seperti Asita, Astindo, PHRI dan unsur perhotelan.
Hidayat mengakui, Surabaya sebagai kota maritim belum tergali potensi pariwisatanya.
Padahal, minat kunjungan ke objek wisata maritim termasuk ke kapal-kapal perang dan Monumen Jalasveva Jayamahe (Monjaya) di kompleks TNI AL Koarmada II Surabaya cukup tinggi.
Namun, ia mengakui sebagai kawasan objek vital, tidak mudah dan perlu kordinasi lebih lanjut dengan Koarmada II Surabaya.
"Terutama faktor security clearance. Karena kunjungan pihak sipil ke lokasi militer tentu memerlukan perizinan tersendiri," paparnya.
Pihaknya juga ingin mengintegrasikan potensi wisata bahari tersebut dengan wisata kota lama Surabaya yang akan dilaunching pada bulan ini oleh Wali Kota Eri Cahyadi.
Menanggapi hal ini, Aspotmar Danlantamal V Letkol Laut Bagus Arianto mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik keinginan Pemkot Surabaya untuk membuka destinasi wisata ke objek vital TNI AL.
Menurut dia, selama ini area di kompleks militer TNI AL sudah menjadi kunjungan sejumlah masyarakat dan wisatawan. Namun diakui, sifatnya masih parsial secara kelompok tanpa adanya pengkoordinasian dari instansi terkait.
“Selama ini dilaksanakan secara mandiri. Jadi dari kelompok masyarakat atau sekolah dan kampus datang ke kami secara berkelompok untuk minta izin masuk,” paparnya
Dengan adanya kerja sama ini, maka masyarakat diharapkan dapat mengetahui sejarah bahari dan TNI Angkatan Laut.
Apalagi diakui sudah ada pembahasan antara Danlantamal V Brigjen TNI (Mar) Joni Sulistiawan, S.H., M.Han dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengenai hal ini.
Menurut dia, selama ini objek wisata maritim yang kerap menjadi kunjungan masyarakat dengan berbayar adalah Monumen Kapal Selam (Monkasel) dan Museum Pusat TNI AL (Muspusal) yang merupakan museum canggih pertama milik TNI AL.
Padahal masih ada Monumen Jalesveva Jayamahe, Monumen Kapal Selam KRI Nenggala dan kunjungan ke kapal perang yang ada di kompleks TNI AL.
Sementara itu, Kepala Dispotmar Koarmada II Kol Dwi Yoga mengatakan bahwa untuk kunjunan wisata ke area Armada memang ada tata cara masuknya karena merupakan objek vital.
"Pihak luar boleh masuk, tapi terukur dan terpantau. Artinya harus ada izin resmi dari Panglima," katanya.
Ia pun menyambut baik jika kunjungan ke objek vital ini bisa dikoordinir oleh Pemkot Surabaya melalui asosiasi wisata seperti Asita dan Astindo agar lebih terpantau dan terlaksana dengan baik.
Sebagai dinas yang mengordinasi kunjungan ke objek vital TNI AL, ia mengakui angka kunjungan ke objek wisata seperti Monjaya, kapal perang dan Monkasel KRI Nenggala selama ini cukup tinggi.
"Setiap bulan kunjungan masyarakat ke kami antara 5 ribu sampai 7 ribu orang. Bahkan sejak Januari lalu sampai sekarang sudah mencapai 22 ribu," ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa kunjungan ke objek wisata vital milik TNI AL ini tertutup untuk warga asing.
"Close untuk WNA. Selain itu, kunjungan dilakukan pada jam kerja dan close pukul 17.00," ujarnya. (jay)
Editor : Jay Wijayanto