SURABAYA – Peluncuran atau launching Wisata Kota Lama Surabaya bakal tertunda lagi. Ini karena pemkot masih mengerjakan sejumlah ornamen untuk menghidupkan kembali kawasan Jalan Rajawali, Jembatan Merah, dan sekitarnya itu.
Semula peluncuran destinasi wisata baru ini direncakan pada 15 Juni. Namun, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut launching Wisata Kota Lama akan bebarengan dengan Green Force Run pada 23 Juni 2024.
Saat ini, pemkot tengah melengkapi sejumlah ornamen untuk menghidupkan nuansa kota lama. Misalnya, di kawasan Pecinan Kembang Jepun, toko-toko diberi ornamen aksara Tionghoa.
"Di Kya-Kya itu lagi berjalan tokonya diberi nama (Mandarin). Insya Allah, akan tetap di tanggal 23 Juni. Kami resmikan bersamaan dengan ada maraton Green Force Run nanti," kata Cak Eri seusai rapat paripurna DPRD Surabaya, Rabu (12/6).
Terkait utilitas kabel di area pecinan, menurut dia, saat ini belum diturunkan. Penurunan utilitas kabel ini rencananya baru akan dieksekusi pada 2025. "Tapi tempatnya (ducting) sudah ada. Jadi, kita rapikan. Kalau sudah ada yang mau bisa kita turunkan langsung, tapi kami beri waktu sampai tahun 2025," ucapnya.
Ke depan, pemkot juga membuka peluang kerja sama dengan para investor untuk lebih mengembangkan lagi wisata kota lama. Eri menyebut akan ada universitas yang buka di area kota lama. Semua langkah dilakukan agar kota lama bisa semakin berkembang dan dapat menjadi salah satu ikon unggulan Kota Pahlawan.
"Semoga ya, salah satu universitas akan buka di sana. Universitas swasta yang terkait desain dan fashion," ujarnya.
Saat ini sejumlah sarana prasarana sudah tertata rapi di area kota lama Zona Eropa. Tepatnya di sekitar Taman Sejarah. Ada replika mobil Brigadir AWS Mallaby sudah terpasang untuk mengenang kejadian bersejarah pertempuran 10 November 1945.
Selain itu, papan nama yang menjelaskan tentang Taman Sejarah dan papak penunjuk jalan juga sudah terpasang. Begitu juga sejumlah titik parkir agar memudahkan masyarakat saat berkunjung ke kota lama. (dim/rek)
Editor : Lambertus Hurek