Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kawasan Kota Lama Surabaya Segera Dilaunching, Ini Pesan Pelaku Pariwisata untuk Pemkot Surabaya

Dimas Mahendra • Selasa, 11 Juni 2024 | 16:36 WIB

 

INDAH: Suasana Jalan Garuda, salah satu spot andalan di zona Eropa kawasan kota lama Surabaya. (NOFILAWATI ANISA/RADAR SURABAYA)
INDAH: Suasana Jalan Garuda, salah satu spot andalan di zona Eropa kawasan kota lama Surabaya. (NOFILAWATI ANISA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Penataan kota lama sebagai salah satu objek wisata baru di Surabaya sudah hampir rampung.

Rencananya, wisata kota lama ini akan dilaunching pada pertengahan bulan Juni nanti.

Saat ini, proses pengerjaannya sudah 95 persen lebih. Sejumlah ornamen penunjang juga sudah dipasang di setiap sudutnya.

Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (Depari) Jatim Yusak Anshori menyampaikan, secara fisik pembangunannya sudah sangat bagus.

Namun, ada beberapa hal terkait fasilitas penunjang yang juga perlu diperhatikan kelengkapannya.

"Untuk kelengkapannya perlu diperhatikan tempat parkir, toilet umum, dan tempat sampah agar obyek ini terjaga dan terpelihara dengan baik," kata Yusak, Senin (10/6).

Selain itu, wisata kota lama ini menurut dia juga bisa lebih dikembangkan lagi.

Semisal dengan mengembangkan kawasan Jembatan Merah menjadi persimpangan kebudayaan yang di dalamnya ada perpaduan budaya Arab, China, Madura, dan Jawa.

"Ini akan menarik untuk menjadi destinasi baru berjudul wisata toleransi," tambahnya.

Di sisi lain, pemerhati pariwisata, sejarah dan industri kreatif Freddy H Istanto menjelaskan, pemerintah masih perlu melakukan penguatan-penguatan agar menarik minat para pengunjung untuk ke kota lama.

Pemerintah menurut dia musti membuat satu gebrakan baru selain menghias dan menata ulang kawasan tersebut.

"Objek tidak bergerak seperti gedung, jembatan sudah ada di sana. Sekarang bedanya dibuat lebih cantik aja kalau kondisinya dari dulu kan memang sudah ada bangunannya," kata Freddy.

Dia mencontohkan, untuk menarik minat masyarakat ke Balai Pemuda, pemerintah sering mengadakan event-event tertentu yang tidak pernah ada di venue lainnya seperti gelaran reog.

Treatment seperti itu menurut dia bisa dilakukan juga di kota lama.

"Potensi-potensi untuk mengisi di sana dan menarik minat orang untuk datang itu perlu. Seperti cafe atau kegiatan-kegiatan unik yang tidak pernah ada di tempat lain. Sehingga bisa menjadi daya tarik kuat untuk ke sana," ujarnya.

Hal lain, Freddy melanjutkan, pemkot bisa melakukan penguatan-penguatan dari segi makanan khas masing-masing zona kota lama.

Semisal di zona kampung arab, di sana tersaji berbagai jenis makanan Arab.

Hal ini tentu menggugah minat calon pengunjung untuk berkunjung.

"Kalau di Pecinan, makanan yang dijual makanan halal kan kurang cocok. Harusnya ada yang non halal. Kemudian ada yang jual pernak-pernik seperti lampion kah atau apa. Begitu pula di zona Eropa. Artinya, orang nyari sesuatu yang adanya cuma di sana. Ini harus disiapkan, penguatan-penguatan objek wisatanya," pungkas Freddy. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#zona arab #zona melayu #yusak anshori #depari jatim #zona pecinan #kota lama surabaya #zona Eropa #freddy h. istanto #Wisata Kota Lama #industri kreatif