Tingkatkan Kebugaran, Gerakan Senam Guru Indonesia Dikenalkan ke 2000 Guru Se-Surabaya
Rahmat Sudrajat• Minggu, 9 Juni 2024 | 06:47 WIB
GERAKAN BARU: Gerakan Senam Guru Indonesia (SGI) yang diluncurkan dan diikuti 2.000 guru se-Indonesia di Lapangan Rektorat Unesa Jalan Lidah Wetan Surabaya, Sabtu (8/6).
SURABAYA - Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) meluncurkan gerakan senam baru yang diberi nama Senam Guru Indonesia (SGI) di Lapangan Rektorat, Lidah Wetan, Sabtu (8/6).
Peluncuran tersebut ditandai dengan senam bersama yang diikuti sekitar 2.000 guru se-Surabaya.
"Senam guru kami luncurkan untuk mengembalikan tradisi senam kebugaran jasmani yang dulu pernah populer. Tujuannya adalah untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran para guru dan masyarakat pada umumnya," ucap Kepala BPPG UNESA, Dr. Fatkur Rahman Kafrawi.
Dia menyebutkan bahwa senam guru tersebut digagas berdasarkan kajian ilmiah yang menunjukkan rendahnya tingkat kebugaran fisik masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data, hanya sekitar 3.513 masyarakat Indonesia yang melakukan aktivitas kebugaran fisik. Padahal idealnya, salah satu faktor untuk membuat SDM Indonesia yang unggul adalah setidaknya ada 10.000 lebih masyarakat yang beraktivitas atau berolahraga.
Dari kajian tersebut, BPPG UNESA sebagai pencetak calon guru yang diproyeksikan untuk pendidikan nasional ke depan harus mampu menginisiasi program efektif yang disarankan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Gerak tubuh bukanlah kewajiban, melainkan kebutuhan yang nantinya menjadi investasi individu dalam rangka menunjang etos kerja dan mampu menjawab tantangan global.
Photo
Sehingga jika seorang guru tidak memiliki badan yang bugar sewaktu mengajar, maka dikhawatirkan nantinya akan datang dengan emosi yang kurang stabil dan hal tersebut berpotensi mempengaruhi suasana proses pengajaran di dalam kelas.
“Kalau gurunya bugar, kegiatan belajar mengajar di kelas akan berjalan lancar,” imbuhnya.
Gerakan senam tersebut mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai universitas pertama yang menginisiasi senam guru.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa MURI dan medali bukanlah target utama UNESA, tetapi perubahan mindset dari guru-guru di Indonesia agar lebih peduli dengan olahraga dan kebugaran fisiknya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Temu Ismail, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk praktik yang cukup baik dan mampu menjadi contoh bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) lainnya.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini nantinya akan diajukan ke Kemendikbud agar dapat diimplementasikan secara nasional dalam tahapan-tahapan tertentu. Ia percaya, jika implementasi ini berhasil, maka bukan hanya guru yang mendapat dampak positifnya, melainkan siswa juga ikut merasakan manfaatnya.
“Selamat kepada UNESA yang telah menginisiasi dan membuat inovasi baru yang bukan saja bermanfaat bagi lembaga, tetapi juga guru dan masyarakat pada umumnya,” pungkasnya. (rmt)