Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Program Disperinaker untuk Tekan Angka Pengangguran Terbuka di Surabaya, Mulai Bikin Pelatihan hingga Padat Karya

Dimas Mahendra • Jumat, 7 Juni 2024 | 23:29 WIB
Masa Pandemi, Pengangguran di Jatim Bertambah 466 Ribu Orang
Masa Pandemi, Pengangguran di Jatim Bertambah 466 Ribu Orang

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk menekan angka pengangguran di Kota Pahlawan. Beberapa kerja sama dengan pihak swasta juga terus diperlebar. Sehingga, penyerapan angka pengangguran bisa semakin masksimal di Surabaya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Achmad Zaini mengungkapkan, dari tahun ke tahun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terus menunjukkan penurunan. Sebagai contoh, pada tahun 2020, angka TPT ini bertengger di angka 9,79 persen.

Pada tahun 2021, angka TPT ini menurut Zaini mengalami penurunan di angka 9,68 persen. Masuk pada tahun 2022, TPT ini berhasil ditekan lagi di angka 7,62 persen. Kemudian di tahun 2023, angkanya berhasil turun lagi jadi 6,76 persen.

"Kalau yang untuk tahun ini belum keluar masihan data terbaru kami, karena BPS itu merilis data di antara bulan Agustus atau November," ungkap Zaini.

Zaini menambahkan, sejumlah upaya terus digencarkan pemkot untuk menekan angka pengangguran ini.

Beberapa intervensi yang dilakukan itu seperti pengembangan kompetensi masyarakat lewat pelatihan dari dinas. Pengembangan potensi masyarakat ini ditujukan untuk penyaluran tenaga kerja yang berkompeten sesuai dengan kebutuhan swasta.

"Jadi ketika sudah kami tingkatkan kompetensinya, maka kami salurkan ke perusahaan-perusahaan sesuai kebutuhannya. Termasuk mall dan hotel juga kita kerja sama untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja ini untuk orang Surabaya," ucapnya.

Selain pelatihan dari dinas, Zaini menyebut ada sejumlah upaya lain yang juga dilakukan pemerintah. Seperti pemerataan program padat karya di masing-masing wilayah Kota Surabaya. Lalu, pemanfaatan aset pemkot untuk jadi lahan UMKM seperti SWK dan lain sebagainya.

"Jadi selain pengembangan potensi, kemampuan untuk berwirausaha secara mandiri juga kita fasilitasi. Sehingga harapannya, angka TPT ini bisa terus kita tekan dan tidak ada lagi pengangguran di Surabaya," ujarnya. (dim/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#tingkat pengangguran terbuka #pemkot surabaya #TPT