SURABAYA-Komplotan pencuri motor yang ditangkap Polsek Karangpilang beraksi 21 TKP (tempat kejadian perkara) di Kota Surabaya.
Seluruh lokasi yang disasar kebanyakan parkiran minimarket.
Selain minimarket, tersangka M Romadhon dkk juga menyasar parkiran warung kopi (warkop) dan koskos.
Berikut wilayah yang pernah disatroni komplotan pelaku.
1. Jalan Kedurus Dukuh I, Surabaya.
2. Minimarket Jalan Kendung, Sememi
3. Kos Jalan Sememi Jaya Benowo
4. Minimarket Jalan Ketintang Madya
5. Jalan Ir Soekarno (MERR)
6. Minimarket Jalan Dukuh Kupang Barat,
7. Halaman depan Rumah Sakit Jalan Benowo
8. Minimarket Jalan Pucang Anom Timur
9. Minimarket Jalan Balongsari
10. Jalan Krembangan Baru, Krembangan
11. Minimarket Jalan Menganti Kedurus
12. Warkop Jalan Raya Menganti
13. Jalan Simo Gunung Barat I, Surabaya
14. Warung soto Jalan Ketintang
15. Jalan Krembangan Baru
16. Jalan Wonokromo
17. Sawahan
18. Asemrowo
19. Wiyung
20. Semampir
21. Gunung Anyar.
Kapolsek Karangpilang Kompol A Risky Fardian mengatakan, bagi warga yang motornya pernah dicuri komplotan pelaku bisa melapor ke Polsek Karangpilang.
"Bagi warga Surabaya yang pernah kehilangan motor barang berharga, ciri-ciri pelaku pencurinya seperti yang kita tangkap, silahkan melapor," ujarnya, Kamis (6/6).
Dia menjelaskan, untuk komplotan tersangka M Romadhon pernah mencuri motor di wilayah Jalan Menganti, Wiyung.
Uniknya, pelaku sempat meninggalkan motor Yamaha Mio sarana. Kemudian mencuri motor Honda Vario milik korban.
Diberitakan sebelumnya, komplotan pencuri motor yang beraksi di 21 lokasi berbeda di Kota Surabaya dibekuk Tim Anti Bandit Polsek Karangpilang, Surabaya.
Tersangka adalah M Romadhon alias MR, 21, warga Jalan Tambak Osowilangun X, Benowo, Surabaya.
Kemudian, M Rijul, 34, warga Jalan Tambak Osowilangun Surabaya, Dermawan Wibisono, 41, warga Jalan Akim Kayat Gresik, Ainul Rochman, 43, warga Jalan Tambak Osowilangun Surabaya, dan Rio Fathur Roshij, 21, warga Jalan Tambak Osowilangun I, Benowo, Surabaya.
Kapolsek Karangpilang Kompol A Risky Fardian mengatakan, terungkapnya kasus pencurian motor bermula dari anggota reskrim patroli kring serse di Jalan Kedurus Dukuh I, Minggu (19/5).
Saat itu anggota mencurigai seorang pria M Romadhon mendorong motor Honda Beat dan gelagatnya mencurigakan.
Kemudian tersangka MR diberhentikan anggota reskrim. Tak lama kemudian ada korban SM, 44, keluar rumah berteriak motornya hilang.
Tersangka M Romadhon lalu diberhentikan dan digeledah. Polisi mendapati rumah kunci motor rusak. Selain itu di saku baju tersangka ditemukan kunci T dan kunci palsu.
"Tersangka MR lalu kita tangkap dan dilakukan pengembangan. Ternyata sudah mencuri motor di 21 TKP. 19 TKP di wilayah hukum Polrestabes Surabaya dan 2 TKP wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak," ujarnya, Kamis (6/6).
Tersangka MR, lanjut Risky, mencuri motor bersama empat tersangka lainnya. Mereka M Rijul, Dermawan, Ainul dan Rio.
Kelimanya berganti-ganti pasangan saat beraksi mencuri motor. Tidak hanya melakukan pencurian kendaraan bermotor.
MR juga melakukan pembobolan di rumah warga Kebomas, Gresik. Dalam melancarkan aksi pencurian motor, tersangka menggunakan kunci T dan kunci palsu.
Baca Juga: Korban Pencurian Sepeda Motor di KUA Sukolilo Surabaya Terkejut Pagi-Pagi Didatangi Polisi
"Tersangka berganti-ganti pasangan mencuri motor. Empat orang ini komplotannya," ungkapnya.
MR sendiri merupakan residivis kasus curanmor. Ia pernah ditangkap Polrestabes Surabaya tahun 2018 dan keluar penjara tahun 2020.
"Kita pastikan akan melakukan pengembangan terkait mereka menjualnya ke mana, dengan siapa. Jadi saat ini masih kita lakukan pendalaman," terangnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang berbelanja di minimarket atau memarkir kendaraan di rumah untuk selalu dikunci setir dan kunci ganda.
"Kita akan mencoba memberikan pasal berlapis dengan ancaman hukuman seumur hidup," tegasnya.
Sementara tersangka M Romadhon mengaku sebelum melakukan pencurian motor keliling mencari sasaran bersama temannya. Ia kemudian turun jalan kaki untuk mencuri motor yang diparkir tanpa pengawasan.
"Kebanyakan di minimarket yang gak ada jukirnya dan motor yang magnetnya (lubang kunci) gak ketutup. Terus dirusak pakai kunci T," ucapnya.
Diakuinya, motor sasaran pencurian kebanyakan motor jenis Honda Beat, Honda Scoopy dan Honda Vario. Motor curian dijual ke seseorang di wilayah Wonokusumo, Surabaya. "Motor laku Rp 2 juta. Setiap dapat terus hubungi dan dijual di daerah Wonokusumo," akunya.
Uang hasil penjualan oleh tersangka, digunakan untuk makan sehari-hari dan sebagian dipakai tersangka bermain judi online. "Sehari-hari sebelumnya jadi sopir terus berhenti. Mencuri motor pakai sarana kunci T diajari teman sejak tahun 2018 lalu," tukasnya.(rus/jay)
Editor : Jay Wijayanto