Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tiga Hari Operasi Sikat Semeru, Satreskrim Polrestabes Surabaya Ungkap 15 Kasus Curanmor

Guntur Irianto • Kamis, 6 Juni 2024 | 03:58 WIB
Sejumlah tersangka yang diamankan dalam Operasi Sikat Semeru 2024 oleh Polrestabes Surabaya (SURYANTO/RADAR SURABAYA).
Sejumlah tersangka yang diamankan dalam Operasi Sikat Semeru 2024 oleh Polrestabes Surabaya (SURYANTO/RADAR SURABAYA).

SURABAYA - Polrestabes Surabaya terus mengejar pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hingga pencurian lain dan kasus kejahatan jalanan.

Sebanyak 15 kasus curanmor, dua kasus pencurian dengan pemberatan (curat), satu kasus pencurian dengan kekerasan (curas), dan satu kasus kepemilikan senjata tajam. Kasus ini berhasil diungkap selama tiga hari Operasi Sikat Semeru 2024 di Surabaya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengungkapkan, selama tiga hari Operasi Sikat Semeru 2024, pihaknya terus mencari pelaku-pelaku curanmor yang sudah meresahkan masyarakat.

"Kami akan berusaha mengungkap semua kasus curanmor, curas, hingga curat yang saat ini menjadi isu yang berkembang di masyarakat. Kami merasa bertanggjng jawab dan akan terus berupaya maksimal mengungkap seluruh kasus ini," jelasnya.

Ia menambahkan, peran serta masyarakat sangat diperlukan terutama untuk mengantisipasi agar tidak menjadi korban pencurian. Salah satunya, memarkir kendaraan di tempat yang aman dan terpantau petugas keamanan.

"Mereka (pelaku) selalu mempelajari dan mencari celah kita. Selama ada kesempatan sekecil apapun mereka pasti melakukan aksinya," terangnya.

Mengenai maraknya kasus jambret, pihaknya mengungkapkan, akan terus berupaya mencari pelakunya. Termasuk kasus jambret yang menewaskan mahasiswi UINSA beberapa waktu lalu.

"Kami terus berupaya untuk mencari pelakunya. Kami terus tangkap pelaku jambret yang meresahkan warga Surabaya," tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mawas diri dengan sekitar. Pelaku kejahatan terutama jambret sering menyasar korban yang dianggap lemah dengan kesempatan paling besar dijambret.

"Sebaiknya jangan menggunakan tas selempang saat berkendara apalagi yang mudah diambil pelaku," tuturnya.

Salah satu tersangka curanmor sempat ditanya, salah satunya tersangka dari Polsek Lakasantri yang sudah mengungkap dua kasus curanmor selama tiga hari pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2024 ini. Dia mengaku sudah mencuri di 21 lokasi berbeda dengan pasangan yang berbeda pula.

"Sudah 21 TKP, Pak. Tapi tidak dengan teman saya ini. Dia cuma dua lokasi mencuri dengan saya," ungkapnya. (gun)

Editor : Lambertus Hurek
#Sasaran Sikat Semeru 2024 #Operasi Sikat Semeru 2024 #Hasil Operasi Sikat Semeru #Mahasiswi UINSA dijambret #Mahasiswi UINSA celaka mati