SURABAYA - Tawuran antara warga setempat dan pendatang di Jalan Keputih, Surabaya, Jumat (31/5) malam, coba dimediasi pihak kepolisian. Tawuran ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka dari kedua belah pihak.
Satu korban M Ali, warga Jalan Keputih Tegal, Surabaya, dievakuasi ke rumah sakit karena bocor di bagian kepalanya.
Sementara dari pihak warga pendatang Gerdson, dan Anner, warga NTT, yang tinggal di Medokan Semampir, Surabaya, mengalami luka tusuk di bagian perut. Seluruh korban sudah mendapat perawatan medis.
Polsek Sukolilo mencoba memediasi kedua belah pihak yang terlibat tawuran antar warga di Jalan Keputih, Surabaya, ini.
Kanitreskrim Polsek Sukolilo Ipda Aan mengungkapkan, dalam mediasi ini ada pihak Kelurahan, RW hingga RT setempat. Selain itu dari pihak warga Jalan Keputih dan pendatang dari NTT juga dihadirkan.
Dari pihak pendatang Ketua Persatuan Keluarga Besar Sumba NTT, Martinus datang bersama keluarga NTT di Surabaya. "Alhamdulillah, mereka sepakat berdamai," kata Aan di Surabaya.
Kedua kubu baik dari warga Keputih, Surabaya, maupun warga pendatang sepakat untuk berdamai. Mereka juga sepakat tidak saling menuntut biaya pengobatan.
Hingga akhirnya mereka bersama berdamai dan setuju untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Keputih dan Surabaya.
"Semua menandatangani kesepakatan sehingga tidak ada lagi yang menuntut di kemudian hari. Mereka juga sepakat saling menjaga satu dengan yang lain, selain itu mereka juga tidak saling menuntut biaya pengobatan untuk masing-masing korban," ujarnya.
Tawuran itu terjadi di Jalan Keputih, Surabaya, Jumat (31/5) malam. Kelompok warga Keputih dan pendatang dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), terlibat baku hantam. Anggota Polsek Sukolilo langsung ke lokasi melakukan pengamanan dan mengamankan beberapa orang. (gun)
Editor : Lambertus Hurek