Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Profesor dari Leeds University Inggris Belajar Sejarah Gedung Radar Surabaya

Nurul Afiah • Kamis, 30 Mei 2024 | 00:17 WIB
SUKA SEJARAH: Associate Prof. Adam Tyson dari Leeds University bersama Prischa Listingrum dan Akbar Nursasmita dari Universitas Brawijaya Malang usai berkeliling kantor Radar Surabaya, Rabu (29/5).
SUKA SEJARAH: Associate Prof. Adam Tyson dari Leeds University bersama Prischa Listingrum dan Akbar Nursasmita dari Universitas Brawijaya Malang usai berkeliling kantor Radar Surabaya, Rabu (29/5).

RADAR SURABAYA - Menjadi salah satu bangunan cagar budaya di kawasan kota lama, kantor Radar Surabaya kerap menjadi destinasi kunjungan bagi mereka yang suka sejarah.

Mulai dari turis lokal dan asing, komunitas, hingga ke akademisi.

Bukan tanpa sebab jika pada akhirnya mereka melirik bangunan yang kini dipergunakan sebagai kantor media cetak.

Berlokasi di Jalan Kembang Jepun No. 167-169 Surabaya, bangunan dengan fasad kokoh ini ternyata juga menarik perhatian Prof. Adam Tyson.

Associate professor dari University of Leeds Inggris langsung tertarik untuk mampir usai berjalan-jalan di sekitaran Jembatan Merah.

“Jadi, Prof. Adam baru datang di Malang dan selama dua minggu Beliau akan menjalani beberapa aktivitas. Selain mengajar dan menjadi pemateri, kebetulan karena Beliau punya ketertarikan dengan budaya juga banyak research tentang politik Indonesia maka ada request untuk berkunjung ke tempat-tempat yang sarat sejarah,” ucap Prischa Listingrum didmapingi Akbar Nursasmita, dua dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB) Malang yang mendampingi Prof. Adam selama city tour di Surabaya, Rabu (29/5).

Selama berkeliling kantor Radar Surabaya, Prof. Adam begitu takjub dengan kebersihan dan sejarah bangunan cagar budaya tipe A ini.

“Sama sekali nggak nyangka kalau dalamnya sangat amat terawat. Di bayangan kami, gedung tua kan cenderung spooky tapi ternyata tidak. Begitu masuk, kami bertiga sangat excited sekali,” cerita Prischa.

Ketiganya juga masuk ke beberapa ruangan yang memiliki brankas.

Salah satu di antaranya di lantai 1 yakni ruangan yang berdekatan dengan pintu masuk.

Konon brankas yang lama belum pernah dibuka ini merupakan peninggalan dari Uniebank (kantor bank Belanda).

Beranjak ke lantai 2, Prof. Adam juga mengagumi keunikan bangunan juga lukisan-lukisan yang tergantung di Art Gallery Radar Surabaya.

“Sejarah dari gedung ini membuat saya bangga menjadi warga negara Indonesia. Apalagi pemerintah daerahnya juga sangat aware dengan pengelolaan culture heritage-nya,” tambah Akbar.

Usai dari kantor Radar Surabaya, perjalanan ketiga akademisi untuk belajar sejarah ini akan berlanjut ke daerah Ampel, Hotel Majapahit, dan Tugu Pahlawan. (rul/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Fasad #jembatan merah pacitan #Universitas Brawijaya #Prof Adam Tyson #Fakultas Hukum #University Of Leeds #cagar budaya tipe A #city tour #Radar Surabaya #kembang jepun