Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Polisi Kumpulkan Bukti Petunjuk, Buru Pelaku Jambret Mahasiswi UINSA Surabaya, Diduga Dua Orang

M. Mahrus • Rabu, 29 Mei 2024 | 17:42 WIB
Milah, 44, menunjukkan tas anaknya Maya Dwi Ramadhani yang ditemukan terjatuh usai dijambret di Jalan Arjuno oleh seorang perempuan Kamis (23/5) malam (IST).
Milah, 44, menunjukkan tas anaknya Maya Dwi Ramadhani yang ditemukan terjatuh usai dijambret di Jalan Arjuno oleh seorang perempuan Kamis (23/5) malam (IST).

SURABAYA - Polisi masih mengumpulkan bukti di lapangan untuk mengidentifikasi dan menangkap penjambret yang menyebabkan korban Maya Dwi Ramadhani, 21, meninggal dunia kecelakaan di Jalan Semarang, Bubutan Surabaya.

Sabtu (25/5) lalu, keluarga korban sudah melapor ke Polsek Sawahan dan menyerahkan tas warna cokelat milik korban yang ditemukan jatuh di Jalan Arjuno oleh seorang perempuan penumpang ojek online (ojol).

"Masih kumpulkan bukti di lapangan. Sudah ada beberapa petunjuk yang kita dapat, masih kita analisa dan dalami," ujar Kapolsek Sawahan Kompol Domingos De F Ximenes, Rabu (29/5).

Terkait jumlah pelaku, lanjut Dom, masih dilakukan pendalaman. Termasuk motor sarana yang digunakan pelaku saat menjambret korban.

"Belum bisa kita simpulkan masih kita dalami dulu," terangnya.

Pihak keluarga korban diwakili kakak kandung korban Maulidia Eka Rahmawati, 23, telah melapor ke Polsek Sawahan Sabtu (25/5).

Pelapor juga membawa tas milik korban yang sebelumnya dijambret dan terjatuh di Jalan Arjuno. Tas ditemukan seorang saksi perempuan penumpang ojek online.

Ibu korban Milah mengatakan baru mengetahui anaknya menjadi korban jambret di Jalan Arjuno saat mendapat keterangan dari pacar anaknya. Namun meski menjadi korban jambret, tas Maya yang berisi dompet, iPhone, ATM, kartu mahasiswi, kartu pesantren dan KTP ditemukan seorang saksi perempuan.

"Tahunya (dijambret) dari mbak yang menemukan tas, bahwa Maya itu memang kena jambret. Tapi barang yang dijambret itu, gak sampai kena jambret. Tapi tasnya jatuh," ujarnya.

Warga Jalan Tambak Dalam Baru II Timur menjelaskan, seorang saksi perempuan yang menemukan tas Maya saat itu sedang naik ojek online. Tas kemudian diambil dan dibawa pulang. Sebab, saat kejadian saksi berusaha memanggil dan mengejar Maya namun sudah kehilangan jejak.

"Saksi katanya teriak, Mbak, ini tasnya, sampai diklakson, eh Maya gak kedengeran. Saking kencangnya naik motor untuk membuntuti jambret tadi. Saksi ini kehilangan jejak saat lewat di perempatan. Enggak tahu belok kanan, kiri atau lurus," terangnya.

Saksi, lanjut Milah, baru mengembalikan tas kepada pacarnya Maya sekitar pukul 01.30. Tepatnya setelah dihubungi melalui telepon. Kemudian saksi menjelaskan kepada pacar Maya bahwa Maya baru saja dijambret dan tasnya jatuh. Tas yang talinya putus itu lalu dikembalikan ke pacar Maya.

"Saya sudah buat laporan, makanya tadi ambil tas Maya. Maka saya berharap pak polisi segera menangkap pelaku jambretnya, agar tidak ada korban lagi," harapnya. (rus)

Editor : Lambertus Hurek
#UINSA Surabaya #Mahasiswi UINSA dijambret #jambret surabaya #Mahasiswi UINSA celaka mati