RADAR SURABAYA - Sebanyak 39 ribu siswa SD di Kota Surabaya lulus tahun ini.
Mereka kemudian bakal melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Saat ini, proses tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP sedang dalam tahap validasi data.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya Putri Aisyah Mahanani memaparkan, proses validasi data ini sampai sekarang masih berlangsung.
Tahapannya akan berakhir pada tanggal 31 Mei mendatang.
Saat ini, ada lebih dari 20 ribu Calon Peserta Didik Baru (CPDB) lulusan SD yang sudah melakukan validasi ini.
Rinciannya, validasi data lulusan tahun 2024 sebanyak 28.538 anak.
Kemudian validasi data lulusan luar Kota Surabaya sebanyak 527 anak.
Lalu validasi data perpindahan tugas ada 81 anak.
Validasi data lulusan 2023 ada 62 anak. Kemudian yang terakhir validasi data lulusan kejar paket ada dua anak.
"Kalau untuk total lulusannya tahun ini berdasarkan jumlah sekolahnya di Surabaya itu ada sekitar 39 ribuan anak yang lulus tahun ini," kata Putri pada Radar Surabaya, Senin (27/5).
Sayangnya, angka ini tidak berbanding lurus dengan kapasitas SMPN se-Surabaya dalam menampung CPDB.
Putri menyebut, kapasitas SMPN di Surabaya untuk menampung siswa baru hanya di angka 17 ribu.
Tentu angka tersebut tidak mampu mengakomodir secara keseluruhan lulusan SD tahun ini.
Namun, Putri menegaskan, para wali murid tidak perlu khawatir anaknya tidak bisa sekolah.
Menurut dia, dinas sudah menyiapkan skema lain ketika ada CPDB tidak lolos seleksi PPDB SMPN.
Alternatifnya adalah ikut bersekolah di sekolah swasta.
"Iya ini salah satu bentuk untuk pemerataan peserta didik. Ini juga salah satu upaya kami dalam merubah mainset masyarakat kalau sekolah bagus tidak hanya SMPN, tapi swasta juga ada yang bagus," ucapnya.
Putri menambahkan, SMP-SMP swasta itu juga nanti akan membuka PPDB bersamaan dengan SMP negeri.
Pada aplikasi PPDB dinas, Putri mengaku juga akan ada gambaran mengenai kualitas dan prestasi-prestasi dari masing-masing sekolah swasta itu.
Sehingga, masyarakat tidak perlu ragu untuk mensekolahkan anaknya di sekolah swasta.
"Nanti pembukaan untuk PPDB SMP ini tanggal 10 Juni. Uji cobanya mulai tanggal 3 sampai 8 Juni," ujarnya.
Lebih jauh, Putri juga menyampaikan pada warga miskin, tidak perlu khawatir untuk mendaftar sekolah swasta karena biaya yang mahal.
Menurut dia, nanti di sekolah swasta ini ada jalur afirmasi untuk warga miskin.
Selama data mereka yang terintegrasi dengan dinsos masih masuk sebagai data miskin, maka mereka akan mendapat keringanan.
"Iya jadi tetap ada intervensi bagi warga miskin kita karena melalui data mereka yang terintegrasi dengan dinsos, secara otomatis akan terekap di sistem saat daftar jalur afirmasi warga miskin di sekolah swasta. Sehingga pemerataan kualitas pendidikan bisa terealisasi dengan penuh," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa