RADAR SURABAYA - Sebanyak 3.024 botol atau dus air zamzam, Senin (27/5) pagi tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Kedatangan zamzam yang diangkut menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines merupakan gelombang pertama yang nanti akan datang secara bergelombang hingga 5 Juni mendatang.
Total ada 13 kali flight atau penerbangan saat mengangkut zamzam dari Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah ke Bandara Internasional Juanda.
Pesawat yang mengangkut zamzam merupakan pesawat tanpa penumpang.
Nantinya begitu tiba di Bandara Juanda, pesawat tersebut akan mengangkut jemaah ke Jeddah.
Manager Operasional Saudi Arabian Airlines, Yusuf Rahmani mengatakan pesawat yang membawa air zamzam tersebut landing di Bandara Juanda, Minggu (26/5) sekitar pukul 23.10 dengan mambawa 3.024 botol air zamzam yang sudah dikemas dalam dus.
Setelah proses loading dock ribuan air zamzam itu kemudian diangkut menuju ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya dan diletakkan di Gedung F1 Senin (27/5) pukul 03.00 WIB.
"Hari ini kami sudah mulai kirim secara bertahap, satu pesawat membawa air zamzam sebanyak 3.024 botol. Selanjutnya akan dikirim lagi sampai dengan 5 Juni mendatang," tutur Yusuf, Senin (27/5).
Air zamzam itu nantinya akan dibagikan kepada seluruh jemaah haji setibanya di Tanah Air atau asrama haji.
Pihaknya telah menyiapkan sebanyak 39.400 dua air zamzam.
"Jumlah tersebut plus air zamzam cadangan untuk mengantisipasi jika ada yang bocor atau pecah selama penyimpanan di asrama haji," tuturnya.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, Yusuf mengaku pengiriman air zamzam ada perbedaan jumlah dikarenakan menyesuaikan dengan kapasitas angkut pesawat yang saat ini menggunakan jenis Airbus 330-300.
Sementara tahun lalu menggunakan Boeing 747-400.
"Tahun lalu sekali angkut air zamzam dalam penerbangan bisa mencapai 3.276 botol, sekarang 3.024 botol. Kita menyesuaikan dengan kapasitas angkut pesawat juga," terangnya.
Satu botol air zamzam berisi 5 liter yang nantinya akan dibagikan kepada jemaah haji.
Air zamzam itu sudah dikemas dalam dus. Satu jemaah haji mendapatkan satu dus air zamzam.
Namun untuk jemaah yang tunda berangkat ke Tanah Suci, tidak mendapatkan air zamzam.
"Jemaah yang mendapatkan hanya yang berangkat ke Tanah Suci. Meskipun meninggal dunia di Tanah Suci, tetap keluarga akan mendapatkannya. Sedangkan yang tunda berangkat, kita tidak bagikan," ungkap Yusuf.
Pembagian air zamzam tersebut menurutnya merupakan service atau hadiah dari Saudi Arabia Airlines kepada jemaah haji.
Lebih lanjut ia menjelaskan kedatangan zamzam lebih awal, karena jika bersamaan dengan kepulangan jemaah ke tanah air bagasi pesawat tidak mencukupi.
Sedangkan untuk teknis pembagian zamzam dari tahun ke tahun hampir sama.
Begitu jemaah datang ke Debarkasi Surabaya sebelum ke luar mengambil koper akan dibagikan ke masing-masing jemaah.
"Teknis pengambilan air zam zam sama dari tahun sebelumnya. Cuma yang membedakan jumlah jemaah dan kloter yang tahun ini lebih banyak dari tahun lalu," ujarnya.
Setelah hari ini, air zamzam akan kembali tiba 30 Mei mendatang.
Pada 30 Mei akan ada dua kali penerbangan untuk mengirimkan air zamzam.
Kemudian dilanjutkan kembali 1 Juni, ada tiga kali penerbangan untuk mengirimkan air zamzam dari Jeddah ke Juanda.
Pengiriman air zamzam juga dilakukan 2 Juni, sebanyak tiga kali penerbangan, 3 Juni satu kali penerbangan, 4 Juni dua kali penerbangan zamzam dan terakhir 5 Juni ada satu kali penerbangan pengiriman zamzam.
"Tidak tiap flight (penerbangan, Red) mengirimkan air zamzam. Misalnya hari ini ada satu kali flight yang mengirimkan air zamzam, kemudian nantinya ada lagi 30 Mei ada tiga kali flight untuk mengangkut zamzam. Jadi tergantung stok dan kesiapan zamzam yang siap diangkut ke Surabaya. Kami juga harus bergantian mengirim air zamzam ke seluruh Embarkasi se-Indonesia," terangnya.
Total jemaah haji asal Embarkasi Surabaya tahun ini mencapai 39.322 orang dengan 106 kloter.
Sedangkan tahun 2023 hanya 38.359 orang dengan 88 kloter. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa