SURABAYA - Sama-sama tertipu, ternyata tidak lantas membuat pria ini mengajak korban lain bekerja sama. KK alias RH, malah mengaku sebagai Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya dan bisa mengembalikan sepeda motor korban DSD,24, warga Jalan Wonokitri, Surabaya.
KK bahkan membawa dua korek bentuk pistol, borgol, hingga tanda pengenal kepolisian dan kaos bertuliskan Team Jatanras Polda Jatim.
RH meyakinkan korbannya akan membelikan Honda Scoopy yang sebelumnya dijelaskan E, warga Gresik.
Ia mengaku sebagi Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya dan mencarikan sepeda motor dengan embel-embel uang.
Tersangka yang diketahui warga Tembok Lor, Surabaya, ini meminta uang Rp 5 juta.
"Pengakuannya uang itu akan digunakan untuk membeli sepeda motor yang sama dengan milik korban yang hilang," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono, Senin (27/5).
Korban awalnya ragu akhirnya yakin setelah tersangka menunjukkan pistol yang ternyata korek api, tanda pengenal palsu dan borgol. Korban menyerahkan sejumlah uang, pertama Rp 3 juta dan kedua Rp 2 juta di dua nomor rekening berbeda.
"Korban mentransfer uang di nomor rekening yang diberikan tersangka. Setelah ditransfer, tersangka ini menghilang," jelasnya.
Ia mengungkapkan, pertemuan korban dan tersangka ini saat keduanya berada di rumah E di Gresik.
Saat itu, mereka saling bercerita, korban kehilangan Honda Scoopy sementara tersangka yang mengaku bernama RH ini kehilangan Yamaha N-Max.
Obrolan keduanya ini membuat tersangka memiliki ide untuk berbuat jahat.
Tersangka yang mengenakan kaos bertuliskan Team Jatanras Polda Jatim ini langsung mengaku sebagai Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Setelah itu, terjadilah aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka RH yang tinggal di Jalan Sememi Jaya, Surabaya, ini.
"Kami mendapat laporan dan langsung mengamankan yang bersangkutan di tempat tinggalnya," ungkapnya.
Tersangka mengaku membeli pistol mainan, borgol, dan pengenal palsu untuk meyakinkan korban jika ia Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.
"Dari keterangan tersangka, ia mengaku sebagai kanit jatanras untuk menipu korban. Uangnya sudah habis untuk keperluan sehari-hari, " terangnya. (gun)
Editor : Lambertus Hurek