Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

HAJI 2024: Hasil Evaluasi Keberangkatan Gelombang Pertama, Layanan Fast Track di Bandara Juanda Kembali Dibenahi

Rahmat Sudrajat • Senin, 27 Mei 2024 | 00:32 WIB
PENGECEKAN: Sekretaris PPIH Embarkasi tengah mengecek layanan fast track di gate 14 dan 15 terminal 1 Bandara Juanda bersama beberapa stakeholder terkait. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
PENGECEKAN: Sekretaris PPIH Embarkasi tengah mengecek layanan fast track di gate 14 dan 15 terminal 1 Bandara Juanda bersama beberapa stakeholder terkait. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya terus membenahi layanan fast track di Bandara Juanda.

Tujuannya untuk memperlancar calon jemaah haji (CJH) saat pemeriksaan dokumen keimigrasian menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Pasalnya pada gelombang pertama keberangkatan CJH ke Madinah, ada sejumlah kendala yang dialami jemaah.

Yakni tertukarnya paspor antar jemaah yang hampir saja tidak bisa terbang lantaran ada perbedaan dokumen paspor dan visa dengan jemaah yang bersangkutan.

Namun setelah dikroscek ternyata dokumen tersebut tertukar sehingga langsung diberikan kepada petugas fast track dari Arab Saudi yang bertugas di Bandara Juanda selama operasional ibadah haji.

"Jadi kemarin ada kendala, beberapa paspor dan visa jemaah tertukar dengan jemaah lainnya. Dikarenakan tas mereka tertukar antar jemaah, lantaran terburu-buru saat hendak melakukan scand barcode paspor oleh petugas, namun hal itu bisa teratasi saat petugas mengecek kembali tas jemaah tersebut," kata Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris, Minggu (26/5).

Selain itu beberapa jemaah juga masih mengalami kendala saat melakukan scan barcode pada dokumen paspor.

Namun saat dilakukan beberapa kali baru bisa sehingga jemaah tersebut bisa berangkat.

"Ya memang ada, tapi kami sudah tempatkan helper di setiap loket konter layanan fast track agar mempermudah jika ada kendala seperti tidak bisa terbaca paspor atau visanya," tutur Haris.

Layanan fast track diterapkan di Bandara Juanda untuk mempermudah jemaah selama pengecekan dokumen keimigrasian di bandara keberangkatan jemaah, sehingga tidak ada penumpukan jemaah ketika tiba Arab Saudi.

Begitu tiba di bandara jemaah langsung menaiki bus menuju tempat tujuan jemaah haji Indonesia.

Untuk waktu antrean panjang saat fast track, Haris mengaku pada gelombang kedua ini sudah bisa teratasi.

"Sekarang sudah lebih cepat, karena jemaah berangkat dari embarkasi lebih awal ke bandara 8 jam. Sedangkan pengurusan dokumen saat fast track kurang lebih 4 jam. Jadi ada waktu jemaah untuk bisa beristirahat di bandara setelah pengurusan dokumen lebih panjang juga," terang Haris.

Haris juga mengaku sudah mengecek kembali tempat layanan fast track di gate 14 dan 15 terminal 1 Bandara Juanda.

Dari hasil evaluasi, pihaknya menambah beberapa AC dan kipas angin sebagai pendingin di tempat tersebut.

"Kami menambah tiga unit AC dan kipas angin di area gate 14 dan 15 agar jemaah nyaman selama menunggu pemberangkatan. Sebetulnya sudah dingin area itu, namun kita ingin jemaah lebih nyaman lagi sehingga ditambah pendingin udara," ujarnya.

Selain itu layanan one stop service, di Asrama Haji Embarkasi Surabaya juga sudah mulai dibenahi.

Jemaah tidak lagi menunggu terlalu lama saat tiba di embarkasi untuk pemeriksaan dokumen, kesehatan, pemberian living cost hingga pemberian gelang.

Hingga Minggu (26/5) CJH yang sudah masuk di Asrama Haji Embarkasi Surabaya yakni kloter 57, 58, 59 asal Kabupaten Banyuwangi dan kloter 60 asal Kabupaten Sidoarjo dan Banyuwangi. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#tanah suci #scan barcode #bandara juanda #calon jemaah haji (CJH) #Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) #layanan fast track #arab saudi #embarkasi surabaya #paspor tertukar #Haji 2024